Gotong Royong Tangani Bencana, Bertahap, Pemulihan Banjir Mamuju

  • Whatsapp
FOTO: DOK PRIBADI FOR SULBAR EXPRESS
PEMBERSIHAN. Alat berat dari PU diterjunkan melakukan pembersihan sisa lumpur yang memadati badan jalan di Desa Sondoang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, akhir pekan kemarin.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Bencana melanda sebagian besar wilayah Sulbar, pekan kemarin. Terparah banjir bandang dan longsor Mamuju. Pemulihan masih berlangsung. Secara gotong royong

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju bersama relawan tanggap bencana masih melakukan pembersihan sisa air bercampur lumpur pascabanjir bandang menerjang wilayah Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Jumat 3 September.

Bacaan Lainnya
FOTO: DOK PRIBADI FOR SULBAR EXPRESS
PEMBERSIHAN. Water cannon kepolisian diterjunkan melakukan pembersihan sisa lumpur yang memadati badan jalan di Desa Sondoang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, akhir pekan kemarin.

Tercatat empat titik di kecamatan sempat terendam banjir dan lumpur, yakni Desa Sondoang, Pemmulukang, Beru-beru dan Kelurahan Sinyonyoi. Terparah melanda Sondoang. Ratusan warga terdampak.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa banjir disebabkan luapan sungai setelah wilayah tersebut dilanda hujan deras sejak sehari sebelumnya.

Banjir bandang menyebabkan sekira 365 rumah warga dan dua unit sekolah terendam air bercampur lumpur.

“Sampai sekarang kita mulai berangsur-angsur melakukan pemulihan, dari rumah warga sudah melakukan pembersihan. Kemudian sarana pendidikan dan Pustu sudah mulai bersih semua,” kata Kepala BPBD Mamuju, Muhammad Taslim, Minggu 5 September.

Selain itu, sejumlah warga yang sebelumnya mengungsi juga mulai kembali ke rumah masing-masing membersihkan harta benda yang masih bisa diselamatkan.

Taslim bersyukur, evakuasi lapangan menemui banyak kendala berarti. Itu karena peran seluruh pihak, dari TNI, Polri, Dinsos, Dinkes dan Tagana serta relawan yang langsung merespon dengan terjun ke lokasi membantu proses pemulihan.

Terkait kebutuhan air bersih ia mengaku, bahwa hal tersebut langsung ditangani oleh BPBD Provinsi Sulbar, dengan menyiapkan tangki air bersih.

“Untuk dapur umum, sumber air bersih dari BPBD Provinsi. BPBD membuat dapur umum alatnya dari Dinsos kabupaten juga dibantu dapur umum Brimob Polda Sulbar,” beber Taslim.

Hanya saja menurutnya, pasca banjir banyak warga yang mengeluhkan penyakit kulit, namun hal itu sudah ditangani oleh Dinkes Mamuju.

Tim Reaksi Cepat (TRC) dan personel BPBD Mamuju akan tetap berada di lokasi sampai daerah tersebut bisa pulih seperti biasanya.

“Kalau tanggap darurat tiga hari, tetapi kami melihat kondisi, kalau memang sudah pulih dan membaik kami akan kembali kalau tidak kami akan tambah empat hari,” tegas Taslim.

Jumat 3 September, Kapolda Sulbar Irjen Pol Eko Budi S. bersama Wakapolda dan Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Iskandar mendatangi lokasi banjir bandang di Kalukku, Mamuju.

Kapolda bersama rombongan menyambangi titik terparah, salah satunya jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Rantedango dan Dusun kassa yang rusak akibat banjir bandang.

Selain itu, langsung menyalurkan bantuan bahan pokok kepada masyarakat terdampak bencana.

Diantaranya, berupa 250 karung beras 5 Kg, 40 rak telur dan ratusan mie instan.

Dalam keterangannya, Kapolda berharap agar warga terdampak bisa sabar menghadapi bencana dan menekankan bahwa kepolisian Sulbar turut melakukan penanganan dampak bencana.

Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi mengatakan, bencana banjir dan tanah longsor ini merupakan keprihatinan bersama dan Pemkab harus bergerak cepat membantu warga. Ia langsung memerintahkan instansi terkait untuk melakukan penanggulangan bencana.

Gotong Royong Tangani Bencana, Bertahap, Pemulihan Banjir Mamuju

FOTO: DOK PRIBADI FOR SULBAR EXPRESS
KAPOLDA Sulbar, Irjen Pol Eko Budi S bersama Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Iskandar mengunjungi titik banjir di Mamuju, Jumat 3 September. Gambar lain, Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi saat berada di lokasi terdampak bencana di Mamuju, akhir pekan kemarin.

“Dinas sosial, BPBD dan Pemadam Kebakaran Sudah kita terjunkan untuk membantu warga. Kita juga sudah menyalurkan bantuan berupa makan siap saji, beras dan keperluan mendesak lainnya,” kata Sutinah.

Dia juga sudah memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan pendataan terkait bencana alam ini. Hal itu dilakukan agar langkah penanganan bencana dapat dengan cepat mereka lakukan.

“Saya harap warga tetap waspada di tangah iklim cuaca Mamuju yang terus diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Semoga kita semua bisa melewati cobaan ini,” tutup Sutinah.

RUMAH RUSAK AKIBAT LONGSOR
Selain banjir, daerah terdampak Longsor juga terjadi di Marano Kelurahan Sinyonyoi. Menurut Kepala BPBD Mamuju, hasil assesment menunjukkan tujuh rumah warga terdampak parah. Sebagian besar sudah tak dapat dihuni. Saat ini para pemilik rumah masih mengungsi di Kantor Unit Permukiman Transmigrasi UPT Marano.

Sementara Kepala Dinas Transmigrasi Provinsi Sulbar, Ibrahim menjelaskan bahwa longsor yang terjadi di Marano merupakan pemukiman kawasan transmigrasi. Sebanyak 50 KK menetap di wilayah tersebut sejak 2016.

Menurut Ibrahim, ada delapan rumah warga terdampak dengan kategori rusak berat. Sementara enam rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, hanya saja jalan menuju lokasi tersebut sementara terputus.

“Kemarin (Sabtu) tim kami telah melakukan evaluasi sekaligus penentuan titik koordinat relokasi warga yang terdampak. Tim juga membawa bantuan sembako,” jelas Ibrahim melalui pesan WhatsApp.

BENCANA BERUNTUN
Pihak Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sulbar mencatat, bencana yang melanda Sulbar dalam sepekan terakhir terjadi di Kabupaten Polewali Mandar, Mamuju, Majene dan Kabupaten Mamasa.

Jumat 3 September, banjir bandang melanda Desa Sondoang, Kecamatan Kalukku, Mamuju. menerjang 231 rumah dan 932 jiwa warga terdampak.

Sementara di Kabupaten Mamasa, banjir dan longsor melanda Desa Burana, Kecamatan Tabulahan. Tercatat lima rumah rusak berat, dan dua Jembatan terputus.

Di Majene, pada Sabtu kemarin terjadi longsor di Desa Onang, Kecamatan Tubo yang sempat memutuskan jalur Trans Sulawesi di Poros Majene-Mamuju.

Sebelumnya, Kabupaten Polewali Mandar juga dilanda banjir yang merendam Desa Kanusuang, Desa Rappang, Kecamatan Mapilli. Sekira 50 rumah warga terendam.

Kepala BPBD Sulbar, Darno Majid mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi bersama BPBD Kabupaten dan Dinas Sosial serta Dinas Pekerjaan Umum, utamanya dalam melakukan penanganan dampak bencana di seluruh wilayah Sulbar.

Saat ini, pihaknya fokus di wilayah Mamuju, sebagai daerah terdampak bencana dengan kategori berat.

“Mamuju ini agak parah dibanding Polewali Mandar. BPBD juga telah mengirimkan beberapa peralatan seperti peralatan dapur, tangki air. Tim BPBD Sulbar juga masih ada di lapangan,” sebutnya.

FOTO: ZUL
TIM BPBD Sulbar dan Mamuju saat menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Desa Sondoang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sabtu 4 September 2021.

Darno menjelaskan, BPBD provinsi hanya sebatas koordinasi ke kabupaten utamanya dalam menyuplai kebutuhan yang diperlukan BPBD kabupaten.

“Alhamdulillah, umumnya juga masih bisa diatasi pihak kabupaten,” kata Darno.

BPBD Sulbar akan mempersiapkan langkah mitigasi bersama pihak kabupaten, utamanya bagi daerah dengan bencana tergolong berat.

“Utamanya longsor di pegunungan. Apabila perlu relokasi kita tentu relokasi. Kita akan koordinasi dulu sesuai kondisi yang ada,” tandasnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *