Kampung KB Harus Miliki Data Kependudukan

  • Whatsapp
Kampung KB Harus Miliki Data Kependudukan
KAMPUNG KB. Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele membuka Pencanangan Kampung KB "Sipamalawa" Desa Seppong Kecamatan Tammero'do, di Lapangan Olahraga Desa Seppong, Kamis 9 September 2021.

MAJENE, SULBAREXPRESS.CO.ID – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulbar Muhammad Yamin menyatakan, untuk ke depan semua Kampung Keluarga Berencana (KB) harus memiliki rumah data kependudukan.

“Dari data kependudukan ini, maka disitulah akan terpampang berbagai potensi dan potret tentang data kependudukan desa,” urai Muhammad Yamin pada Pencanangan Kampung KB “Sipamalawa” Desa Seppong Kecamatan Tammero’do, di Lapangan Olahraga Desa Seppong, Kamis 9 September.

Dijelaskan, Kampung KB Sipamalawa Desa Seppong merupakan pencanagan ke-32 se-Kabupaten Majene dari 177 Kampung KB se Sulbar. “Dengan adanya pencanangan Kampung KB ini, diharap ada perubahan ke depannya, bukan hanya perubahan Kantor Desa namun lebih utama adalah perubahan masyarakatnya dengan upaya bersama,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Majene dr. Hj. Wahida menjelaskan, Desa Seppong ditunjuk sebagai Kampung KB karena pada 2019 masuk sebagai lokus stunting. “Syukurlah pada tahun ini sudah dinyatakan keluar dari Lokus Stunting, semoga tetap dapat dipertahankan,” harapnya.

Ia menguraikan, untuk wilayah Kecamatan Tammerodo dianggap masih sedikit lokasi Kampung KB. “Baru dua desa yang terkena lokasi Kampung KB, yaitu di Desa Awo dan Desa Tammerodo, sehingga Dinas PP-KB Majene menunjuk Desa Seppong sebagai lokus 2021,” urainya.

dr. Wahida berharap, dengan kehadiran Kampung KB akan dapat menggali potensi desa dan ke depan dapat lebih berkembang yang bermuara pada peningkatan kualitas kesejahteraan kehidupan masyarakatnya.

“Terkait penanganan stunting, telah dikeluarkan Pepres Nomor 72 Tahun 2021 yang telah menetapkan BKKBN sebagai koordinator penanganan stunting seluruh Indonesia,” bebernya.

Dengan adanya Kampung KB lanjunya, maka penanganan stunting akan lebih diperkuat, melalui pembentukan Tim Pendamping Keluarga (TPK) pada semua desa yang personelnya terdiri dari Bidan, TP-PKK, para kader KB, yang memiliki SK dari Kepala Desa.

“Selanjutnya pada tingkat kabupaten akan diterbitkan SK Bupati terkait pembentukan TPK. Dengan adanya dukungan langsung dari Pemerintah Desa dan masyarakat, maka ke depan Kampung KB Sipamalawa Desa Seppong akan lebih berkembang dan bersinar,” pungkasnya.

Selanjutnya, Kepala Desa Seppong Mawardi memaparkan, penanganan stunting Tim Gugus Tugas 1.000 HPK di wilayahnya dapat keluar dari lokus stunting pada 2020. “Desa Seppong juga berhasil mendapatkan penghargaan dari Bupati Majene sebagai Desa Replikatif dalam penanganan stunting 2021. Inilah salah satu potensi sehingga pencanangan Kampung KB sangat terintegrasi dengan semua lini, terutama dalam hal pengendalian penduduk,” paparnya.

Pencanangan Kampung KB Sipamalawa Desa Seppong ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan balon ke udara dari Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele. “Kegiatan pencanangan Kampung KB merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI agar manfaat program KB dapat lebih dirasakan masyarakat terutama yang berada di wilayah miskin, padat penduduk, tertinggal, terpencil dan wilayah nelayan di seluruh tanah air,” ungkap Bupati.

Dikatakan, program kependudukan dan KB tidak terbatas pada masalah pembangunan dan keluarga sejahtera saja, namun juga menyangkut masalah pengendalian penduduk.

“Kampung KB merupakan wilayah yang setingkat dengan RW atau Dusun yang memilki kriteria tertentu, dimana terdapat keterpaduan program kependudukan KB dan pemberdayaan keluarga dengan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistematis,” tuturnya.

Dijelaskan, keluarga sebagai masyarakat terkecil, idealnya harus mampu menciptakan situasi dan kondisi yang harmonis, yang tentunya peran orang tua sebagai figur dihadapan anak harus mampu menjadi panutan dalam keluarga.

“Tidak ada lagi istilah banyak anak banyak rejeki, justru sekarang banyak anak banyak resiko, sebab itu semuanya harus direncanakan, mau nikah direncanakan, itulah yang dinamakan berencana supaya masyarakat sejahtera. Dan saya meminta agar dana desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik saja, namun juga untuk pembangunan SDM dan pemberdayaan masyarakat desanya,” pungkasnya.

Hadir dalam pencanangan Kampung KB, Kepala Distanakbun Majene, Plt Kadisdikpora Majene, Camat Tammero’do
Plt. Camat Banggae Timur, Ketua TP-PKK Majene, Kapolsek Sendana, Danramil, para Kades se Kecamatan Tammerodo, serta para Kepala UPTD KB.(hfd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *