Lapor Jika Belum Tercover BPJS Kesehatan

  • Whatsapp
FOTO: IST
PROSES PENDAFTARAN. Salah satu warga Mamuju saat mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan, belum lama ini,

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pemkab Mamuju berupaya segera memenuhi target UHC. Memprioritaskan warga belum tercover BPJS Kesehatan.

UHC (Universal Health Coverage) merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau.

Bacaan Lainnya

Cakupan UHC kesehatan semesta di Mamuju sudah mencapai 257.511 orang atau 91,59 persen dari jumlah penduduk di Mamuju, yakni 281.166 orang.

Pihak Dinas Sosial Mamuju pun terus berupaya menggapai target UHC sebesar 98 persen. Seluruh Desa dan kelurahan pun diminta untuk mendaftarkan warganya yang belum tercover jaminan kesehatan.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Mamuju, Irayanti mengatakan bahwa pembangunan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas penting dalam agenda pembangunan nasional.

Hal tersebut juga yang menjadi salah satu fokus utama pembangunan di kabupaten, agar seluruh penduduk Mamuju mendapat layanan kesehatan memadai.

“Sampai saat ini kami masih menerima warga yang ingin tercover BPJS Kesehatan tanggungan pemerintah,” kata Irayanti, Kamis 9 September.

Bagi Warga yang belum tercover bisa melalui kepala desa dan lurah atau datang langsung ke kantor Dinsos Mamuju untuk melakukan pendaftaran.

Progres terakhir, Kabupaten Mamuju berada di posisi 91,59 persen atau 257.511 orang per tanggal 3 September.

“Kita masih ada waktu beberapa bulan ini, kurang lebih satu bulan. Penentuan (UHC, red) itu di Oktober, tapi nanti terbaca (realisasinya, red) di November. Insya Allah kita bisa capai target UHC,” tegasnya.

Menurut dia, Dinsos Mamuju memprioritaskan warga yang sama sekali belum tercover BPJS Kesehatan dan warga kurang mampu yang ingin mengalihkan kelasnya ke tanggungan pemerintah.

“Kita punya grup, kepala desa dan lurah ada di dalam, kita rutin mengingatkan dan meminta mengupdate datanya, sembari kita juga tetap melayani warga yang datang langsung ke kantor,” ujarnya.

Menurutnya, Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi juga intens mengingatkan kepada warga agar segera melapor dan mendaftarkan dirinya jika belum memiliki BPJS Kesehatan.

“Begitu juga dengan kepala desa dan lurah untuk segera mengcover warganya yang sama sekali tidak terdaftar. Itu harapan bupati,” ungkapnya.

Cakupan kesehatan semesta menjamin seluruh warga mempunyai akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas dan efektif. Hal tersebut sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)

Jika Mamuju mendapat predikat UHC warga yang hendak membuat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tak perlu lagi menunggu 14 hari atau satu bulan untuk pengaktifan jaminan kesehatannya.

Dia menekankan, Kartu BPJS Kesehatan mereka bisa aktif saat itu juga. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *