Mudah Lelah setelah pulih dari covid 19? Kenali gejala long covid !

  • Whatsapp
Mudah Lelah setelah pulih dari covid 19? Kenali gejala long covid !

Pandemi covid-19 adalah wabah yang tengah dihadapi seluruh dunia. Tingginya angka kematian dan kesakitan akibat virus SARS-Cov-2 ini telah mempengaruhi kualitas hidup manusia.

Berdasarkan laporan WHO per tanggal 4 Juli 2021 lebih dari 183 juta kasus terkonfirmasi covid-19 di seluruh dunia dan 3.97 juta kematian akibat covid-19. Sedangkan menurut Kemenkes di Indonesia per tanggal 19 september 2021, lebih dari 4 juta kasus terkonfirmasi dan lebih dari 140 rb kematian akibat covid 19.

Bacaan Lainnya

Gejala covid-19 yang sering ditemukan ialah demam, batuk, sesak, kelelahan, nyeri menelan, hilang penciuman dan pengecapan, nyeri otot, sakit kepala dan diare.  Seseorang dengan gejala covid ringan biasanya pulih setelah 7 sampai 10 hari dan kasus berat pulih dalam waktu 3 sampai 6 minggu terhitung sejak gejala awal muncul. Namun pada beberapa laporan kasus, ditemukan gejala covid berkepanjangan walaupun seseorang telah pulih dari covid 19. Kondisi ini dikenal dengan istilah “long covid

Istilah Long Covid pertama kali digunakan oleh Perego di sosial media untuk menjelaskan gejala covid 19 yang tetap dirasakan selama seminggu bahkan berbulan bulan setelah terinfeksi virus ini.

Data berbagai negara menunjukkan bahwa sebagian besar keluhan long covid berupa fatigue atau kelelahan, batuk, nyeri dada, jantung berdebar, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, lemas, insomnia, diare, serta rambut rontok. keluhan tersering ialah kelelahan dan sulit tidur. Seseorang yang telah pulih masih dapat mengalami satu atau lebih keluhan. Adapun keluhan berkepanjangan dapat dirasakan 60 hari hingga 6 bulan. Dilaporkan keluhan kelelahan dapat bertahan hingga 12 bulan.

Peluang terjadinya long covid pada perempuan dua kali lebih besar dibandingkan laki-laki karena tingginya tingkat stress dan kecemasan pada perempuan jika dibandingkan dengan laki-laki, serta respon imun yang berbeda, hal ini sejalan dengan tingginya penyakit autoimun pada perempuan. Serta semakin tua usia seseorang semakin besar peluang mengalami long covid karena adanya penurunan fungsi organ dan penyakit penyerta. Selain itu orang dengan lima atau lebih gejala covid-19 lebih berisiko mengalami long covid.

Tentunya hal ini menjadi pertanyaan, mengapa gejala masih menetap walaupun seseorang telah pulih dari covid-19. Berdasarkan penelitian hal ini disebabkan oleh kerusakan organ. Adanya perbedaan tingkat kerusakan organ inilah, sehingga membutuhkan waktu pemulihan yang berbeda pula pada tiap orang. Alasan lain ialah perbedaan respon imun, komplikasi dan penyakit penyerta. Selain itu, dampak sosial ekonomi dan psikologi juga berperan dalam kejadian long covid.

Fenomena long covid menjadi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan karena mempengaruhi kualitas hidup seorang penyintas covid-19. Long covid dapat membuat seseorang mengalami gangguan cemas dan gangguan tidur. Walaupun Belum ada penelitian mengenai long covid di Indonesia. Namun berdasarkan penelitian di Spanyol, 72% penyintas covid mengalami kesulitan untuk kembali beraktivitas karena gejala yang masih dirasakan. Selain itu terjadi penurunan kemampuan untuk kembali bekerja seperti sediakala, hal ini disebabkan karena adanya gangguan kognitif. Dilaporkan pula bahwa penyintas yang kembali bekerja mengalami kekambuhan akibat dipicu stress kerja dan memutuskan untuk berisitirahat. Kejadian ini menunjukkan bahwa dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk pemulihan akibat long covid.

Seorang penyintas covid-19 dengan keluhan kelelahan dianjurkan untuk mampu mengelola aktivitas fisiknya dengan cara memulai aktivitas fisik secara bertahap dari waktu ke waktu dan menghindari aktivitas fisik yang berlebihan. Metode ini terbukti mampu mengurangi kelelahan dan memperbaiki kualitas tidur. Fisioterapi dan rehabilitasi dianjurkan pada penyintas dengan kerusakaan paru. Namun apabila ditemukan keluhan yang semakin memberat, jangan ragu untuk mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *