Paripurna HUT Sulbar di Mamuju, Rangkaian Acara di Polman, Masyarakat Membutuhkan Keteladanan

  • Whatsapp
IST
RAPAT. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Natsir saat berbincang bersama Sekertaris Dewan Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur dan beberapa pejabat provinsi di kantor sementara DPRD Sulbar, Senin 13 September 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pelaksanakan peringatan hari jadi Provinsi Sulbar tahun ini diharap berjalan lancar tanpa menyisakan kasus covid.

Puncak hari jadi Sulbar ke-17 tahun pada 22 September mendatang, bakal berlangsung melalui paripurna DPRD Sulbar di Mamuju. Sejumlah rangkaian acara disiapkan dan akan terpusat di kawasan Museum cagar Budaya Buttu Cipping, Polewali Mandar.

Rangkaian acara ini diantaranya, pemberian penghargaan individu atau organisasi yang berjasa dalam memajukan daerah, pameran Usaha Mikro Kecil Menengah, serta atraksi Saeyyang Pattuqdu.

Beragam kegiatan telah digagas tersebut, diharap tak berdampak pada hadirnya klaster batu penularan Covid-19.

Begitu disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (NU) Sulbar, Adnan Nota menyikapi sederet rangkaian acara yang telah disiapkan.Seharusnya pemerintah daerah lebih bijak dalam mengambil sikap di tengah pandemi korona yang masih mengancam. Terlebih, berbagai upaya memutus mata rantai Covid-19 saat ini masih terus dikencangkan, utamanya pencegahan adanya kerumuman.

“Ini sudah ada aturannya bahkan sudah ada edaran dari gubernur kaitan pembatasan. Selama itu bisa terpenuhi, maka kita kembali ke aturan itu,” papar Adnan Nota, Senin 13 September.

Penerapan Prokes kata tokoh masyarakat Sulbar ini, belum tentu akan efektif sepenuhnya. Ia fokus pada potensi kerumunan yang bisa saja tak terkendali.

“Mungkin memakai masker ia, memakai hand sanitizer ia, tetapi persoalan menghindari kerumunan. Apalagi kegiatan yang diperuntukan untuk masyarakat,” tegas Adnan.

Adnan pun menyarankan, dalam kondisi yang tidak menentu ini untuk memutus mata rantai Covid-19 agar pemerintahan Ali Baal Masdar lebih bijak untuk menunda kegiatan yang berpotensi menghadirkan kerumunan.

“Hari ini, masyarakat sedikit agak jenuh melihat kegiatan yang difasilitasi oleh pemerintah yang pada akhirnya tidak mengindahkan protokol kesehatan, terutama sosial distance. Saat ini masyarakat sangat membutuhkan keteladanan,” urai Adnan.

“Karena itu, harus bijak melihat psikologi masyarakat. Membuka saja warungnya dibatasi, mencari rezeki dibatasi, salat dibatasi. Kondisi masyarakat kita kan taat-taat,” imbuhnya.

Adnan menekankan, soal pembatasan kegiatan dan pencegahan kerumunan, masyarakat sudah menjalankan meski harus terdampak.

Ia pun berpandangan, tak bijak jika pemerintah justru tetap ngotot dengan skenario peringatan HUT seperti yang telah diagendakan dengan ragam kegiatan di Buttu Ciping, sebab hampir pasti bakal menimbulkan keramaian yang justru membuka peluang akan terjadinya peningkatan kasus Covid-19.

“Maka pemerintah harus memulai itu, memperlihatkan secara baik sehingga masyarakat meneladani itu, utamanya aturan yang didasarkan pada kesadaran,” tandasnya.

Karena itu, dirinya sangat mengapresiasi sikap Pemprov Sulbar jika menunda pelaksanaan kegiatan di Buttu Ciping, Polewali Mandar.

HANYA PARIPURNA
Terpisah, Asisten I Setda Sulbar Muh Natsir menyebut bahwa HUT Sulbar akan terpusat di Mamuju, melalui paripurna DPRD.

“Pelaksanaan HUT Sulbar hanya akan dilakukan dalam bentuk paripurna DPRD,” kata Natsir, di Mamuju, Senin 13 September.

Meski sebelumnya Pemprov berencana mengagendakan Paripurna sekaligus perayaan rangkaian acara di Buttu Cipping, namun karena kondisi yang tidak memungkinkan sehingga agenda di Polman hanya akan masuk dalam rangkaian perayaan HUT.

“Di Buttu Cipping akan lihat setelah perampungan, tetapi disana rangkaian hari jadi. Akan disiapkan waktu untuk festival budaya sebagai rangkaian HUT Sulbar,” sebut Natsir.

Menurutnya, agenda tersebut nantinya sekaligus launching peresmian Cagar Budaya dan Museum Buttu Cipping di Polewali Mandar.

“Sudah ada koordinasi ke Polda dan kemarin sudah diajukan permintaan izin tetapi pertimbangan Kapolda sangat rasional dan kondisi wilayah kita perlu diantisipasi. Kapolda hanya memberikan saran untuk hari jadi dilaksanakan melalui paripurna DPRD,” ungkapnya.

Natsir menambahkan, terkait pelaksanaan rangkaian HUT di Buttu Cipping masih akan menyesuaikan setelah seluruh bangunan selesai dikerjakan.

“Waktunya masih akan disesuaikan sampai proses bangunan rampung betul,” ujarnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *