Pelaku Bom Ikan Terancam 6 Tahun Penjara

  • Whatsapp
FOTO: IST
BOM IKAN. Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan saat merilis kasus bom ikan di Mamuju, Selasa 14 September 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Barat (Sulbar) menangkap 11 warga pengguna bom ikan di perairan Pulau Sabakatang, Kecamatan Balabalakang, Mamuju.

“Untuk barang bukti yang sudah kami sita 136 botol bom ikan diperkirakan beratnya 100 kilogram,” kata Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan, di Mako Polairud Polda Sulbar, Selasa 14 September.

Bacaan Lainnya

Polisi menyita satu unit kapal ikan, satu buah kompresor, 6 jaring ikan, 5 buah aki kapal, dan peralatan lainnya sebagai barang bukti.

Kepada polisi, para tersangka mengaku telah melakukan illegal fishing sejak dua tahun.

“Sebelas orang sudah kita tetapkan tersangka dan kita tahan di rutan Mapolda Sulbar. Untuk pasal yang disangkakan kepada sebelas tersangka, Undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan pasal 84 dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara,” papar Kombes Syamsu.

Ditambahkan, penangkapan berawal saat tim patroli yang menggunakan KP Siamasei bertolak dari Mako Polairud Polda Sulbar menuju Pulau Sabakatang.

Dalam perjalanan, personel tim melihat kapal menggunakan selang kompresor sedang menangkap ikan. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahan peledak di atas kapal.

Penangkapan dilakukan sekira 130 mil dari pulau Sabakatang, Kecamatan Bala-Balakang, Kabupaten Mamuju, Sabtu 11 September 2021.

Dari 11 tersangka, sembilan diantaranya merupakan warga Mamuju, satu Majene, dan seorang terdata sebagai warga Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pelaksana harian Dir Polairud Polda Sulbar, AKBP Mulyadi, menegaskan bahwa aksi pengrusakan terumbu karang dan kelestarian ikan akan ditindak tegas.

AKBP Mulyadi memastikan tidak akan bermain-main dalam menindak pelaku bom ikan. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *