PTM di Majene, Prokes Masih Perlu Diperketat

  • Whatsapp
IRWAN
PTM. Suasana pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 3 Majene. Pengetatan Prokes Covid-19 di sekolah diharap jadi perhatian bersama.

SULBAREXPRESS.CO.ID — Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Majene, telah berlangsung dalam dua pekan ini.

Dalam pelaksanaannya, protokol kesehatan (Prokes) telah diterapkan dengan membatasi peserta didik dalam satu ruangan, durasi jam belajar hanya dua jam, serta menyiapkan tempat cuci tangan di setiap kelas.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, masih ada beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi dari pihak Dinas Pendidikan Majene.

“Alhamdulillah sudah berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, baik oleh pihak sekolah maupun pelajar yang datang,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Majene, Mithaar Tala Ali, akhir pekan kemarin.

Dikatakan, sesuai hasil observasi dan evaluasi yang telah dijalankan, masih ada beberapa catatan yang perlu jadi perhatian bersama.

“Sebelumnya kami sudah terjun ke lapangan, melihat langsung penerapan PTM terbatas ini. Prokes perlu diperketat lagi saat para siswa hendak meninggalkan sekolah,” sebutnya.

“Kalau datang mereka sudah bagus, sudah antre. Tapi saat pulang, kadang masih ada yang berkerumun.

Ini mesti jadi perhatian bersama utamanya pihak sekolah, selain tetap mendisiplinkan pemakaian masker, siswa tetap menjaga jarak dan biasakan mencuci tangan,” imbuh Mithaar.

Kepada pihak orang tua ataupun wali siswa diingatkan untuk turut serta mendukung penerapan Prokes Covid-19 saat mengantar maupun menjemput anak masing-masing di sekolah.

Mithaar menambahkan, belum semua sekolah dasar dan tingkat menengah di Majene menerapkan PTM. Sebagian besar terkendala karena belum semua pendidiknya menjalani vaksinasi covid.

Pihaknya pun mendorong agar seluruh pendidik di Majene bisa proaktif mendukung program pencegahan penularan virus korona tersebut.

“Kita meyakini vaksinasi sebagai ikhtiar kuat dalam menekan covid, karena itu penting dilakukan sebelum PTM dijalankan,” terangnya.

Karena itu pula, masih ada beberapa sekolah yang juga menerapkan sistem daring.

“Agar pelaksanaan pembelajaran secara online ini lebih maksimal, kita juga masih mengupayakan penyesuaian-penyesuaian dengan penguatan SDM pendidik, sehingga para pengajar juga betul-betul mahir menggunakan teknologi,” imbuhnya.

Sampai pekan kemarin, tercatat 168 sekolah di Majene melakukan PTM terbatas. Diantaranya, SMPN 3 Majene dan SD 1 Majene.

“Senang (PTM) karena bisa ketemu teman-teman lagi,” sebut Qirany, murid kelas 5 di SD 1 Majene. Dia mengaku datang sendiri karena menetap tak jauh dari sekolahnya.

Sampai kemarin, masih ada penambahan satu kasus positif covid di Majene. Kabar baiknya, empat pasien juga dinyatakan pulih.

Secara keseluruhan, tercatat 1.011 warga Majene sudah terpapar covid, 11 orang dirawat, 54 menjalani isolasi mandiri, 909 dinyatakan pulih dan 37 meninggal dunia. (chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *