Seleksi CPNS, Banyak yang Absen

  • Whatsapp
FOTO: IST
SELEKSI. Peserta SKD Cpns 2021 bersiap menghadapi naskah soal di UPT BKN Mamuju, Sabtu 5 September 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 mulai berlangsung. Banyak yang absen.

Tahapan penjaringan calon pegawai sipil di Sulbar berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) ketat.

Bacaan Lainnya

Seleksi dipusatkan di Unit Pelaksana Teknis Badan Kepegawaian Negara (UPT BKN) di Mamuju, Sulbar.

“Pelaksanaan tes jadwalnya sampai 21 September. Kita sudah jalan sejak tanggal 2 September,” kata Kepala UPT BKN Mamuju, Jais saat dikonfirmasi, Minggu 5 September.

Dirinya bersyukur seluruh peserta telah memenuhi ketentuan dalam penjaringan ini.

Hanya saja, sejak hari pertama hingga hari keempat tak sedikit peserta yang absen atau tak hadir tanpa informasi ke panitia.

Tercatat empat lembaga negara telah melaksanakan tes seleksi, yaknii Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kejaksaan dan Kementerian Pertanian. “Alhamdulillah masih berjalan on the track,” ujarnya.

Terkait banyaknya peserta yang tidak hadir mengikuti tes, ia tidak mengetahui pasti apa yang menjadi hambatan masing-masing.

“Penyebab saya kurang tau pasti, apakah kurang informasi ataukah ada hal lain mengenai administrasi atau tidak membawa swab. Karena tes swab masih berbayar apakah salah satu penyebabnya itu, tapi saya tidak tahu juga,” urai Jais.

Menurutnya, peserta seleksi yang mengalami penurunan derastis itu terjadi pada kuota kementerian perhubungan.

“Kementerian perhubungan setiap sesinya hampir separuhnya tidak hadir, sementara formasi di kejaksaan animo peserta sangat tinggi,” ucapnya.

Secara keseluruhan total peserta yang mengikuti seleksi hingga sesi ke-11 di hari keempat, tercatat 374 peserta dari 532 orang. Artinya, sudah 149 orang tidak hadir.

PROKES KETAT
Seluruh peserta tes wajib memperlihatkan hasil Swab dan PCR, juga kartu deklarasi sehat.

“Kita memberlakukan Protokol kesehatan yang ketat, kita mewajibkan peserta membawa hasil swab anti gen atau tes PCR negatif covid ke lokasi ujian,” tegas Jais.

Hanya peserta yang diizinkan masuk di area ujian, dimana saat peserta masuk tim medis pun memeriksa suhu tubuh mereka.

Pihak BKN ihaknya juga bekerja sama tim medis Sulbar dengan menyediakan satu tenda untuk memeriksa berkas kesehatan peserta sebelum masuk tempat ujian.

Hal tersebut dilakukan sesuai peraturan dari BKN Pusat, itu juga lantaran, saat ini masih berada di tengah pandemi Covid-19.

Kemudian, Panitia juga menyiapkan tempat khusus bagi peserta swab negatif, tetapi memiliki suhu tubuh yang tinggi.

Bagi keluarga peserta yang ingin mengetahui hasil tes secara langsung bisa melihat dengan mengunjungi kanal youtube yang disediakan UPT BKN Mamuju.

“Pelaksanaan ini kita transparan, karena hasilnya secara online, Orang tua bisa melihat hasilnya langsung,” tutup Jais. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *