Silaturahim MUI, Pemprov dan Kemenag Sulbar, Menjaga Sinergi di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
TANGKAPAN LAYAR
VIRTUAL. Ketua MUI Sulbar, KH M Nafis Djuaeni saat mengikuti forum silaturahim dan Raker MUI Sulbar, Rabu 15 September 2021.

PEMERINTAH provinsi dan MUI adalah mitra dalam membangun umat di Sulbar. Sinergi harus terus dijaga. Saling menguatkan di tengah kondisi bangsa saat ini.

Termasuk koordinasi kedua pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan Pandemi Covid-19 di Sulbar, melalui beragam kegiatan, seperti vaksinasi massal.

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulbar, KH M Nafis Djuaeni dalam silaturahim Dewan pimpinan MUI Sulbar periode 2020-2025 bersama Pemprov Sulbar, malam tadi.

Dikatakan, meski sampai saat ini belum dikukuhkan secara resmi oleh MUI pusat lantaran pandemi, namun kerja-kerja MUI di Sulbar terus dilakukan semaksimal mungkin.

“Saya bersyukur, meskipun belum dikukuhkan oleh MUI Pusat tetapi sudah bisa bergerak dan ini bagi kami luar biasa,” ujarnya dalam pertemuan secara virtual, Rabu 15 September 2021.

TANGKAPAN LAYAR
SEJUMLAH peserta silaturahim Dewan Pengurus MUI bersama Pemprov dan Kanwil Kemenag Sulbar.

“MUI harus mampu menentramkan keadaan, menjadi motor penggerak menangkal paham-paham radikal. MUI juga sebagai Pembina umat akan terus menjadi teladan untuk masyarakat, terutama di masa sekarang ini,” imbuh Nafis.

Silaturahim sebagai bagian dari agenda kepengurusan MUI Sulbar, sekaligus menyusun program kerja MUI kedepannya.

Di sini, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris DP mengatakan bahwa ide dan gagasan para ulama saat ini sangat dibutuhkan, untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar bisa keluar dari kondisi pandemi Covid-19.

“Kami percaya MUI bisa menjadi mitra strategis, utamanya dalam menata kehidupan yang lebih religius,” ujar Idris.

Sekprov juga mengajak MUI bisa menyambut tren digital yang sedang berkembang pesat saat ini.

“Selama dua tahun terakhir Pemda dan MUI terlibat aktif dalam upaya penanggulangan Covid-19, salah satunya adalah kerja nyata di lapangan dan menerbitkan fatwa-fatwa,” imbuh Idris.

Sementara Ketua dewan pertimbangan MUI Sulbar, KH Abdul Latif Busyra, menyarankan agar dalam membangun masyarakat memedomani kitab kuning, dengan mempertimbangkan banyaknya paham yang ada saat ini.

“Pendalaman agama melalui kitab kuning sangat diperlukan, Alhamdulillah di pesantren itu sudah dilaksanakan,” jelasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulbar, Muflhi B Fattah berharap MUI sejalan dengan visi Kemenag, untuk mewujudkan masyarakat cerdas dan berakhlak.

“Kita berharap agar terbinanya umat yang ada di Sulbar, sejalan visi Kementrian Agama. Misi kementrian agama adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan pemahaman agama,” tegas Muflih. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *