Akses Informasi Harus Diperluas 

  • Whatsapp
Akses Informasi Harus Diperluas 
SEKPROV Sulbar Muhammad Idris DP bersama Kadis Kominfo Sulbar, Safaruddin Sanusi DM dalam monev terkait keterbukaan informasi publik.

SULBAREXPRESS.CO.ID – Sekprov Sulbar bersama Diskominfo Provinsi Sulbar melakukan Presentasi monitoring dan evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Sulbar, berlangsung di Rujab Sekprov Sulbar, Senin.

Sekprov menekankan, yang menjadi langkah konkrit inovasi yang dilakukan oleh tim ini adalah bagaimana memperluas akses informasi ke pemerintah desa.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya aspek pelayanan publik internal pemerintahan saja, tetapi lebih luas ke aspek publik. “Secara umum, keberhasilan kami membangun inovasi dengan memperlebar aksesibilitas masyarakat desa, itu didukung kawan-kawan yang ada dalam tim ini,” papar Idris.

Sulbar yang baru berusia 17 tahun, sudah harus mengelola pemerintahan berkelas, dan salah satu kriteria yang ingin diwujudkan adalah Keterbukaan Informasi Publik.

“Hal itu, karena dari 1,5 juta penduduknya itu kita ingin berpartisipasi dan kunci dari hal itu adalah partisipasi. Sulbar yang memang saat ini berkomitmen untuk menjadikan pengelolaan governance dengan indikator Keterbukaan Informasi Publik itu, menjadi keniscayaan bagi semua unit-unit yang ada di pemerintahan,” urai Sekprov.

Lebih lanjut, Idris menjelaskan, hal lain yang dilakukan adalah melanjutkan inovasi yang dinilai sangat dirasakan manfaatnya, yaitu dengan penyebarluasan kesempatan akses informasi publik kepada masyarakat.

Hal itu perlu dilakukan karena Sulbar adalah daerah masih tertinggal tidak bisa disamakan dengan provinsi yang berlayar lebih awal, dan sebagian akses dari informasi Sulbar itu terhambat dengan infrastruktur yang ada.

“Sekarang yang kami ingin inisiasi adalah inovasi yang berkaitan dengan pemberian akses informasi, sehingga munculah apa yang saat ini menjadi program unggulan yang kita sebut dengan membuka internet online pada 77 desa, yang total keseluruhan jumlah desa di Sulbar itu sebanyak 575 desa. Cukup kecil tapi dengan persentase ini, kami telah mendapatkan feedback dari masyarakat yang begitu mereka mendapatkan manfaat dari keterbukaan informasi ini,” urai Sekprov.

Selain itu, melalui program Marasa (Mandiri, Cerdas, Sehat) Pemprov Sulbar, didalamnya itu adalah kemandirian aksesibilitas terhadap informasi publik. Sehingga, Pemprov Sulbar pun mendorong pembuatan salah satu aplikasi yang disebut “Papa” (Pantau Pandemi) yang ada selama era pandemi Covid-19.

“Ini adalah kegiatan jangka pendek yang kita ingin pastikan bahwa itu sudah mulai kita fasilitasi, jemput dan apa yang kami lakukan di Sulbar ini mendapatkan respon yang luar biasa dari masyarakat, karena kemudahan aksesibilitasnya, pengakomodasian dari informasi yang telah disampaikan masyarakat kepada kita,” terangnya.

Melalui monev tersebut, Idris berharap, Sulbar bisa mencapai hasil baru yang lebih jauh dari provinsi lainnya.

“Outcome baru yang dimaksud adalah pertama literasi publik. Kedua, pertumbuhan ekonomi sebagai hasil dari enabling factor dari desa. Ketiga, dapat menjadi inovatif, adaptif dan mitigatif dan keempat dapat membangun ekosistem yang ada arsitektur keterbukaan informasi didalamnya,” bebernya.

Kadiskominfo Safaruddin Sanusi mengatakan, berbagai inovasi yang telah dilakukan Pemprov Sulbar sebagai upaya memberikan manfaat kepada masyarakat untuk dapat mengakses informasi seluas-luasnya.

“Di masa pandemi ini kami bertekad agar pelayanan kepada masyarakat tidak berkurang kualitasnya,” tandasnya.
Selain itu menurutnya, hal terpenting yang harus dilakukan adalah kolaborasi dengan seluruh stakeholder, termasuk keterlibatan kabupaten dalam mendukung KIP. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *