Pemerintah Diminta Benahi Drainase

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
TERGENANG. Kondisi salah satu ruas jalan dalam Kota Mamuju saat hujan deras mengguyur daerah ini, Senin 4 Oktober 2021. Warga berharap pembenahan saluran air jadi prioritas pemerintah.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Hujan deras yang mengguyur Kota Mamuju kembali menyisakan genangan dalam kota.

Utamanya di area permukiman warga sekitar bntaran Sungai Karema, Kecamatan Simboro.

Bacaan Lainnya

Sedikitnya 30 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim sementara waktu di area tersebut, harus mengungsi akibat besarnya luapan air yang terjadi.

Salah satunya Tahir (37) mengatakan, air sudah masuk ke rumah warga lantaran tanggul pembatas setinggi 1,5 meter tak mampu membendung air.

“Seluruh warga yang bermukim di sekitar pinggir sungai jembatan Karema memilih mengungsi. Kita sudah amankan dulu keluarga Istri, anak, di Terminal Simbuang,” kata Tahir, Senin 4 Oktober.

Warga lain, Ahmad menceritakan bahwa hujan mulai turun sekira pukul 15.00 Wita. Tak lama kemudian air meluap dan menggenangi rumah warga.

Dia menambahkan bahwa dirinya mewaspadai luapan yang bisa saja mengancam keselamatan warga.

“Kita juga berharap kepada pemerintah bisa memperhatikan kami, kami pusing setiap hujan deras kami harus mengungsi,” ungkapnya.

Daerah lain yang sering menjadi langganan banjir dalam Kota Mamuju, diantaranya Kompleks Pemda Mamuju, BTN Manakarra, Jl AP Pettarani, Jl Pengayoman, Jl Urip Sumoharjo, Jl Jendral Sudirman, Jl Soekarno Hatta, Jl Gatot Subroto Mamuju.

Hal itu diakibatkan buruknya drainase dalam kota Mamuju. Penataan kota harus memperhatikan drainase agar tidak terjadi banjir ketika hujan terjadi.

Kondisi drainase tak memadai disampaikan oleh Rahmat. Warga di Jalan Gatot Subroto ini menyebut ketika hujan terjadi sejumlah jalan pasti tergenang, ini akibat sistem drainase yang tidak baik.

“Maunya pemerintah kabupaten bersama provinsi serius tangani soal banjir dalam Kota Mamuju, ini tidak boleh dibiarkan,” ucapnya.

Rahmay mengemukakan bahwa buruknya sistem drainase dan pengelolaan sampah memperparah dampak banjir di wilayah Mamuju.

Pemerintah Diminta Benahi Drainase

PANTAU BANJIR
Sementara Kepala BPBD Mamuju, Muhammad Taslim mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan di sejumlah titik dalam kota Mamuju yang dinilai rawan banjir dan longsor.

“Untuk banjir tidak ada yang besar, kita masih melakukan pemantauan dilapangan,” kata Taslim, kemarin.

Pihaknya juga telah melakukan langkah antisipasi kepada warga bantaran sungai yang hendak mengungsi. Ia pun menyiapkan tenda kepada warga apabila dibutuhkan.

“Kalau warga di sekita butuh tenda kami siapkan tenda,” sebut Taslim.

Selain melakukan pemantauan di titik banjir, beberapa tim BPBD juga bergerak melakukan evakuasi di titik longsor di Desa Pasada, Botteng Utara kabupaten Mamuju. (Idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *