PON XX Berakhir, Sulbar Terbelakang, Apresiasi Peraih Medali Masih Digodok

  • Whatsapp
PON XX Berakhir, Sulbar Terbelakang, Apresiasi Peraih Medali Masih Digodok
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sulbar, Muhammad Hamzih

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Dua medali perunggu menjadi capaian Sulbar di PON XX Papua. Menggembirakan, namun belum mampu mengangkat provinsi ke-33 dari dasar klasemen.

Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua bakal berakhir secara resmi pada 15 Oktober, hari ini. Meski begitu, seluruh atlet Sulbar yang telah bertanding telah kembali ke daerah masing-masing. Evaluasi hasil segera menyusul.

Bacaan Lainnya

Secara keseluruhan, dari 34 provinsi peserta PON, dua kontigen belum menyumbangkan medali Emas untuk daerahnya masing-masing. Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Barat. Maluku meraih 3 medali perunggu, Sulbar 2 keping.

Perunggu pertama datang dari cabang olahraga (Cabor) dayung kategori kayak I dengan jarak 500 meter yang dipersembahkan atlet Pelatnas, Ramlah Baharuddin.

Medali perunggu kedua untuk Sulbar disumbangkan tim Cabor Atletik kategori jalan cepat 20 Km yang diraih Mursalim Bahri.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sulbar, Muhammad Hamzih menjelaskan bahwa kontingen Sulbar sisa menunggu penutupan resmi PON Papua.

“Sebagian besar atlet sudah pulang, kecuali kami harus menunggu penutupan,” kata Hamzih, yang juga ketua kontingen Sulbar saat dikonfirmasi, Kamis 14 Oktober.

Menurutnya, meski Sulbar masih berada di dasar klasemen, tetapi seluruh atlet dan official telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi yang terbaik.

“Sejarah PON memang baru kali ini ada dua medali yang kita raih dan itu diraih dari Cabor yang belum pernah kita raih, yaitu dayung dan atletik. Artinya itu prestasi bagi kita,” ucapnya.

Dari hasil prediksi sebelumnya, ia berharap medali bisa diraih juga dari cabor catur karena catur merupakan salah satu Cabor yang cukup diunggulkan termasuk motor dan sepak takraw.

“Mereka telah kerja maksimal tetapi itulah hasil dilapangan,” imbuh Hamzih.

Pihaknya mengapresiasi kerja-kerja tim official yang selama ini dinilai telah berjuang. Kedepannya pun ia akan melakukan evaluasi dan perbaikan.

Pemerintah Sulbar juga akan menyiapkan lokasi isolasi sementara bagi kontingen Sulbar yang pulang dari PON XX Papua, guna menindaklanjuti arahan pemerintah pusat mengantisipasi klaster Covid PON.

“Setelah pulang ke daerah karantina akan dilakukan,” tandas Hamzih.

Mengenai bonus yang akan diberikan oleh pemerintah Provinsi Sulbar terhadap atlet yang berhasil meraih medali, dia belum dapat memastikan.

Menurut Hamzih, masih akan dibicarakan lebih lanjut bersama gubernur Sulbar.

“Tentu pemerintah akan mengapresiasi seluruh peraih medali, termasuk yang tidak meraih medali. Pasti ada bonus sebagaimana penyampaian kita sebelumnya,” jelasnya.

Menurutnya, kepastian bonus disampikan kepada para atlet melalui seremoni penyambutan di Sulbar.

“Dan juga kita akan menyampaikan beberapa hal yang harus dibenahi dan juga langkah-langkah apa yang harus dilakukan kedepan dalam rangka persiapan PON dan event selanjutnya,” terangya.

Sementara berdasarkan klasemen perolehan medali PON XX Papua 2021 hingga Kamis 14 Oktober 2021, menempatkan Jawa Barat di posisi teratas dengan koleksi 333 medali. Medali Jabar terdiri dari 125 emas, 97 perak, dan 111 perunggu.

Disusul Jawa Timur (106 Emas, 86 Perak dan 78 Perunggu), Kemudian DKI Jakarta (99 Emas, 87 Perak, dan 96 Perunggu), dan Tuan Rumah Papua (87 Emas, 60 Perak, dan 99 Perunggu. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *