Proyek Pengolahan Sampah Mulai Dirampungkan

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
RAPAT. Sekprov Sulbar, Muhammad Idris DP bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulbar, Aco Takdir rapat bersama membahas progres Insinerator. Mamuju, Senin 11 Oktober 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pemprov Sulbar kini merampungkan proyek insinerator atau fasilitas pengolahan sampah dengan sistem pembakaran.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sulbar, Aco Takdir mengatakan pembangunan fasililtas tersebut terletak di Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju dan telah memasuki tahap akhir.

Bacaan Lainnya

“Progres pembangunan sudah mencapai 75 persen, sisa menunggu mesin pengolahan yang sementara perjalanan dari Jakarta,” kata Aco, saat memaparkan hasil akhir progres pembangunan, Senin 11 Oktober.

Dalam proses pembangunan pihaknya melibatkan Dinas PU, PLN, PDAM dan Ortala untuk mendukung pembangunan penyelesaian proyek tersebut.

“Kami sudah meninjau, dan untuk bangunan kantor sudah mencapai 90 persen sisa pembenahan seperti WC, atap sudah selesai,” paparnya.

Ia menjelaskan, dalam perjalanan pembangunan proyek tersebut yang menggunakan APBD, pihaknya juga mendapat dukungan dari kementerian terkait.

Ia pun menarget, bangunan tersebut bisa segera beroperasi tahun ini. “Kita ditarget per Desember sudah harus diresmikan, apakah oleh orang kementerian atau pak gubernur. Awal Desember ini selesai 100 persen,” kata Aco Takdir.

Selain bangunan fisik, pihaknya juga menunggu hasil kelengkapan kelembagaan untuk sumber daya yang akan bekerja di UPTD fasilitas tersebut.

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris DP mengatakan fasilitas pembakaran sampah tersebut telah lama dipersiapkan Pemrpov.

Harapnya agar Sulbar memiliki daya dukung untuk melakukan pengolahan limbah. Tidak semua provinsi mendapatkan dukungan tersebut.

“Ini modal luar biasa, pertama ini bisa menjadi sumber PAD, kedua sekaligus dukungan pengelolaan ekosistem lingkungan,” ucap Idris.

Namun, menurutnya kendala saat ini adalah bagaimana mempersiapkan kelembagaan yang ada, termasuk SDM.

“Kita sudah lengkap infrastrukturnya tetapi kita tidak punya SDM yang memiliki kemampuan untuk pengelolaan, sehingga itu harus dipersiapkan dengan baik,” tandasnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *