RS Rujukan Covid Siap Beroperasi

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
SIAP BEROPERASI. RS Rujukan Covid-19 Sulbar di Kabupaten Mamuju kini sudah difungsikan menangani pasien terpapar virus asal Cina.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Rumah Sakit (RS) Rujukan Covid-19 Sulbar siap dioperasikan. Penanganan pasien pun diharap lebih maksimal.

Begitu disampaikan Sekprov Sulbar, Muhammad Idris DP di sela peresmian fasilitas kesehatan tersebut, Rabu 13 Oktober.
RS ini hadir berkat dukungan Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Kesehatan.

Bacaan Lainnya

Pembangunannya memanfaatkan salah satu bangunan di kompleks RS Regional Sulbar di Mamuju.

“Alhamdulillah Sulbar sudah memiliki fasilitas penanganan covid dengan standar luar biasa. Artinya, ini sudah layak menjadi rujukan Covid-19,” sebut Idris.

Menjadi kebanggaan bagi pemerintah Sulbar lantaran tidak semua provinsi mendapatkan perhatian serupa. “Kita memberikan apresiasi bagi pemerintah pusat atas dukungannya kepada provinsi Sulbar,” ujar Sekprov usai meninjau bangunan tersebut.

Namun demikian, masih kendala yang dihadapi saat ini. Alat kesehatan (Alkes) masih terbatas. Telah dikomunikasikan ke pusat untuk mendapat dukungan kelengkapan Alkes.

“Alkes yang ada saat ini, masih menggunakan Alkes yang ada di rumah sakit lama,” beber Idris.

Pastinya, kata dia, bangunan tersebut akan sangat mendukung penanganan covid di Provinsi Sulbar.

“Kita sudah tersedia fasilitas instalasi (covid). Tapi, harapan kita ini semoga tidak terpakai, karena kita hindari adanya penambahan kasus positif. Kita tidak boleh lengah. Covid masih ada di tengah-tengah kita,” terang Idris.

Sekprov menambahkan, di awal pandemi pemerintah daerah sempat kesulitan melakukan penanganan yang diperparah dengan bencana alam gempa bumi.

“Penanganan covid di awal, kita terjun bebas dan cukup kesulitan. Insyaallah kalau pandemi terus jalan, maka kita tidak akan pernah lagi berada pada tekanan tinggi seperti sebelumnya,” imbuhnya.

Berdasarkan perkembangan covid di Sulbar, Sulbar terus mengalami penurunan. Menurut Sekprov, angka kematian yang diakibatkan Covid-19 di Sulbar jadi terendah se Indonesia.

“Saya kira jumlah ini kita bersyukur, provinsi Sulbar yang paling rendah angka kematian covidnya,” kata Idris.
Kondisi ini menambah kepercayaan diri Pemprov Sulbar dalam melakukan penanganan dan pengendalian virs di Provinsi Sulbar. Bakal terkelola semakin baik.

Meresmikan RS Rujukan Covid-19, Sekprov didamingi Direktur RS Regional Muhammad Ihwan, Kepala Dinas PUPR Sulbar Muhammad Ahsan. Dihadiri Kepala Satgas Rehab Rekon PUPR Sri Hartoyo, dan Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Sudirman.

Sri Hartoyo mengatakan, pengembangan RSUD Regional Provinsi Sulbar menjadi RS Covid-19 merupakan tindak lanjut dari harapan Kepala BNPB kepada Menteri PUPR untuk menyediakan RS rujukan di Provinsi Sulbar.

“Pengerjaan RS Regional dimulai sejak 16 April 2021, diselesaikan 14 Agustus, adapun pengembangan yang dilakukan pada lokasi, Gedung Ex Workshop, Gedung PMI, dan Gedung Penitipan Anak, dijadikan RS Rujukan Covid-19,” urai Hartoyo.

Pengerjaan bangunan juga dilakukan oleh PT Waskita Karya dan PT Virama Karya, dengan fasilitas 73 tempat tidur. Seluruh fasilitas dan kapasitas di RS tersebut proyeksi dapat menunjang penangan covid yang lebih baik.

“Kita berharap ini akan mampu meningkatkan perlindungan bagi masyarakat, juga meningkatkan kesiapan masyarakat yang terdampak Covid-19,” ungkapnya.

FOTO: IDRUS IPENK
SALAH Salah satu ruangan pasien RS Rujukan Covid-19 yang berlokasi di kompleks RS Regional Sulbar di Mamuju.

STRUKTUR ORGANISASI DAN SDM
Kepala Dinas PUPR Sulbar, Muhammad Ahsan mengatakan perancangan yang dilakukan telah memenuhi standar kementerian.

“Dananya ini dana siap pakai dari BNPB, yang menugaskan pihak kementerian PU melaksanakan Pembangunan, kami di Dinas PU hanya memfasilitasi,” sebutnya.

Anggaran yang digunakan ditaksir mencapai Rp 54 miliar. “Ini belum dibayarkan. Kan nanti dibayarkan BNPB. Di audit dulu BPK karena ini penunjukkan,” jelas Ahsan.

Direktur RSUD Regional Sulbar, dr Muhammad Ihwan menuturkan bahwa untuk RS rujukan di Sulbar ada dua. Satunya lagi adalah RS Polewali Mandar.

Dari 73 tempat tidur yang tersedia di RS rujukan di Mamuju, 7 untuk fasilitas ICU, 6 unit untuk ruangan observasi pasien. Sisanya, ruangan dokter dan ruangan isolasi dan ruangan mayat.

Pihaknya menyiapkan 28 petugas kesehatan yang akan bertugas di RS ini. Sementara, pengelolaan dan struktur organisasinya akan dirancang dalam waktu dekat.

“Kita siapkan dokter ahli paru satu dan 13 dokter ahli lainnya seperti konsultan kalau ada komorbit, jantung dan ginjal,” papar Ihwan.

Saat ini, ada tujuh pasien Covid-19 dirawat akan dipindahkan ke gedung rumah sakit Covid-19. Angka ini menurutnya terus mengalami penurunan sejak Agustus lalu dengan jumlah 48 pasien dan bulan September 2021 sebanyak 19 pasien.

“Sekarang ada tujuh pasien kita rawat. Itu sudah sangat menurun sejak Agustus 48 pasien dan bulan September 19 orang. Per hari ini (Selasa) ada tujuh pasien,” terangnya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulbar, Sudirman berharap agar rumah sakit rujukan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik.

Dirinya pun, berterima kasih atas dukungan dari pemerintah pusat kepada Provinsi Sulbar, sehingga penangan Covid-19 di Sulbar bisa lebih terkendali.

Hanya saja, ia mengaku RS tersebut masih harus mendapat dukungan lebih, seperti SDM yang mumpuni menunjang pengoperasian fasilitas di RS tersebut.

“Fasilitas yang ada harus dijaga, kemudian disiapkan tenaga penunjang yang mampu mengoperasionalkan sejumah fasilitas didalamnya,” jelas Sudirman.

Menurutnya, RS tersebut nantinya bisa dialihfungsikan jika pandemi sudah menhilang. “Bisa menjadi ruang VIP, karena fasilitas yang ada sangat memadai,” tandasnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *