Santri Tidak Bisa Dianggap Enteng

  • Whatsapp

MAJENE, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ihyaul Ulum DDI Baruga Kecamatan Banggae Timur Muslih menyatakan, bahwa santri tidak bisa dianggap enteng, karena santri punya peran sangat vital sebelum Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pernyataan ini, dituturkan pada Sambut Hari Santri Nasional (HSN) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulbar saat menggelar Zikir, Tauziah dan Do’a Bersama, di Ponpes Ihyaul Ulum DDI Baruga, Kamis 21 Oktober.

Ia mengungkapkan, bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari imam. Dan tidak bisa menafikan berapa korban jiwa para santri merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia

“Sebelum Kemerdekaan RI sampai merebut Kemerdekaan RI dan sampai lahirnya ideologi Pancasila itu tidak lepas dari peran para santri, jadi tidak bisa tabrakan antara Agama dengan Pancasila, karena pancasila memang dijiwai Agama Islam,” paparnya.

Dituturkan, tegaknya Bangsa Indonesia itu tidak terlepas dari semua jasa Bangsa Indonesia, termasuk pembuka agama. “Disitu ada Islam, Kristen, Buddha, Hindu. Jadi Negara kita ini adalah Negara kesepakatan bukan Negara Islam,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kabid Pakis Kanwil Kemenag Sulbar H Syamsul menjelaskan, Agama Islam menganjurkan, bahwa generasi saat ini bukan miliki siapa-siapa, melainkan milik zamannya.

“Artinya, kalau anak santri kita mendapatkan ilmu yang keliru maka dunia akan keliru untuknya, sehingga jadikan Alqur’an lambang kehidupan kita sebagai titipan yang paling luar biasa. Seperti halnya yang cerdas adalah yang selalu belajar ilmu pengetahuan agama, karena yang menentukan perjalanan kita semua,” urainya.

Sementara, Staf Ahli Bupati Majene Mustamin menyampaikan pesan Bupati Majene Andi Achmad Syukri dalam visi misinya, yaitu Majene Unggul, Majene Mandiri dan Majene Religius (UMR).

“Kaitannya Majene Unggul adalah kita semua anak santri melalui HSN ke-7 saat ini, mengingatkan kepada kita bahwa Surah Al-Fatihah terdiri dari 7 ayat, 3 setengah ayat adalah hak Allah SWT dan 3 setengah ayat adalah hak kita selaku manusia, sehingga bupati mengharapkan, siapa yang unggul adalah generasi yang akan kita perhatikan di masa mendatang,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini, Zikir di pandu Pimpinan Ponpes Miftahul Jihad Tande Ustadz Tamrin Pimpinan Ponpes Darut Tahdzib Simullu dan Pimpinan Ponpes Miftahul Ulum Banua Ustadz Moh. Bakir.

Taushiah Hari Santri dari Ketua Yayasan Ponpes Darul Ulum Asy’ Arriyah Syekh K.H Muhammad Shaleh Annangguru Syekh. Dr. K.H. Muhammad Ilham Saleh, MA Pimpinan Ponpes Ihyaul Ulum DDI Baruga dari K.H.Muslih NurHusain, Lc, MA.(hfd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *