Bersinergi Mendorong Akselerasi Serapan Anggaran

  • Whatsapp
Bersinergi Mendorong Akselerasi Serapan Anggaran
KOORDINASI Kepala Biro Ekbang Sulbar, Masriadi Nadi Atjo bersama pihak KPPN Mamuju, Senin 14 November 2021. (DOK PRIBADI FOR SULBAREXPRESS)
Bersinergi Mendorong Akselerasi Serapan Anggaran
Kepala Biro Ekbang Sulbar, Masriadi Nadi Atjo

 

SULBAR EXPRESS — Realisasi anggaran negara di Sulawesi Barat akan berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat.

Menurut Kepala Biro Ekbang Sulbar, Masriadi Nadi Atjo penting bagi pemerintah daerah untuk terus melihat dan bagaimana mempercepat progres realisasi APBN.

Koordinasi dan silaturrahmi dan kerja sama antarlembaga untuk melihat progres APBN wajib untuk terus dimaksimalkan, utamanya dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Mamuju.

Langkah tersebut jadi hal penting khususnya dalam hal ketersediaan laporan dan data secara berkala tentang sejauh mana progres pemanfaatan APBN di lingkup Pemprov Sulbar.

“Proses pelaksanaan pencairan anggaran APBN kan ada di sana. Kami mau membuat laporan ke pimpinan bahwa seperti ini progres penggunaan APBN kita untuk tiap bulannya. Kedepan akan bisa menjadi stimulan buat teman-teman OPD pengelola APBN dalam merealisasikan anggarannya,” papar Masriadi kepada awak media di Mamuju, Senin 15 November.

Menurut dia, laporan secara periodik tentang pemanfaatan APBN dapat digunakan sebagai instrumen dalam hal maksimalisasi realisasi APBN.

“Pertumbuhan ekonomi kita masih banyak dipengaruhi oleh belanja pemerintah. Kalau banyak uang beredar, berarti akan tinggi juga perputaran ekonomi itu. Semakin banyak uang berpindah tangan akan semakin tinggi pula belanja masyarakat. Banyak orang belanja, maka pertumbuhan ekonomi akan semakin bagus,” urai Masriadi.

Tahun ini, Sulbar menerima pasokan APBN senilai Rp 92.316.619.000. Data Biro Ekbang menunjukkan, sudah terealisasi Rp 67.707.759.173 alias 73,35 persen.

Kasubag Pengendalian Administrasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah Biro Ekbang Sulbar, Aco Aswad menyebut selama ini, ketersediaan data pelaksanaan dan pemanfaatan dana APBN di Sulbar belum tersedia maksimal.

Ia pun menilai, masih lemahnya monitoring dan evaluasi pelaksanaan dana APBN. Termasuk belum optimalnya sinergi antarlembaga dalam hal ini KPPN sebagai mitra kerja dalam penyediaan data pelaksaan dana APBN yang dimaksud.

“Dan Alhamdulillah, kami telah melakukan koordinasi dengan KPPN. Akhirnya kini sudah ada link laporan penyediaan data yang dibuatkan oleh pihak KPPN yang dapat dibuka setiap awal bulan berjalan. Di dalamnya berisi data pelaksanaan dana APBN oleh seluruh Satker atau OPD di Sulbar,” tandas Aco Aswad. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *