Dorong Sistem Pembayaran Digitalisasi, Wagub: Solusi Tepat Hadapi Pandemi

  • Whatsapp
Dorong Sistem Pembayaran Digitalisasi, Wagub: Solusi Tepat Hadapi Pandemi
Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeny Anwar menyampaikan sambutan saat menghadiri Pertamuan Tahunan Bank Indonesia 2021 di Hotel Grand Maleo Mamuju, Rabu 24 November 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeny Anwar kembali mengajak semua pihak menjalin sinergi dalam upaya mendorong kemajuan ekonomi. Menurut Enny, tanpa sinergi target sulit tercapai.

“Itulah kenapa semua harus bergandeng tangan untuk bersama-sama mendorong kemajuan ekonomi daerah,” kata Enny saat menghadiri Pertamuan Tahunan Bank Indonesia 2021 di Hotel Grand Maleo Mamuju, Rabu 24 November 2021.

Lebih jauh Enny mengajak semua pihak untuk mendukung sistem pembayaran digitalisasi. Kata dia sistem ini bisa menjadi model dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Pembayaran digitalisasi secara langsung sudah memutus kontak fisik dalam pelayanan. Tentu ini menjadi jawaban atas kondisi pandemi yang masih melanda sampai saat ini,” imbuh Enny.

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BI Sulbar Hermanto mengatakan kondisi perekonomian Sulbar juga terus memperlihatkan tren positif, meski ditengah kondisi dan berbagai tantangan yang dihadapi seperti pandemi Covid-19, cuaca ekstrem dan bencana gempa.

Ia menjelaskan, perkembangan ekonomi Sulbar mengalami kontraksi di triwulan satu minus 1,28 persen. Kemudian membaik pada triwulan kedua 5,07 persen serta kembali mengalami penurunan pada triwulan ketiga 2,54 persen (yoy).

“Meski mengalami pertumbuhan kondisi tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun 2019. Ini tentu perlu kita dorong kedepan di triwulan keempat 2021,”kata Hermanto.

Namun demikian, dirinya tetap optimis tahun 2022 perekonomian Sulbar bisa tumbuh jauh lebih baik.

“Beberapa sektor ekonomi Sulbar yang akan tumbuh di 2022 antara lain sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan juga industri pengolahan masih perlu didorong,” ungkapnya.

Menurutnya, industri pengolahan menjadi kunci utama dalam pertumbuhan ekonomi Sulbar, sehingga butuh dukungan dan sinergi seluruh pihak.

Termasuk dorongan untuk meningkatkan sektor industri yang juga terus tumbuh sebesar 28,26 persen utamanya pada sektor kelapa sawit.

“Prospeknya akan bangkit, optimisme ini perlu diperkuat dengan semangat sinergi dan berinovasi baik pemerintah provinsi, kabupaten dan instansi vertikal. Semua harus kompak melawan pandemi,” tandas Hermanto. (sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *