Fasilitasi UMKM Tembus Pasar Modern

  • Whatsapp
Fasilitasi UMKM Tembus Pasar Modern
BERINTERAKSI. Kadis Perdagangan Kabupaten Mamuju dan Manajer Indomarco Prismatama Cabang Makassar mengunjungi salah satu meja UMKM dalam kegiatan kewirausahaan di Nal Cafe Mamuju, Senin 15 November 2021. (IDRUS IPENK)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Menjawab tantangan berusaha, para pelaku UMKM harus lebih kreatif, inovatif biar bertahan. Mampu bersaing, menembus pasar lebih luas.

Di lain sisi, keberadaan industri ritel modern diharapkan tidak mematikan produk lokal.

Karenanya, kolaborasi antara Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan ritel modern diharap terjalin dan berkesinambungan.

Demikian pemaparan Asisten II Setda Mamuju, Khatma Ahmad dalam momen kewirausahaan mandiri yang diikuti puluhan pelaku UMKM dari berbagai bidang, Senin 14 November.

Khatma berharap pelaku UMKM di Mamuju, harus terus tumbuh dan bangkit di tengah ketidakpastian kondisi akibat pandemi. Sejalan dengan keinginan Pemkab Mamuju.

“Ini adalah salah satu cita-cita bupati, bagaimana UMKM di Mamuju bisa menembus pasar yang ada,” kata Khatma dalam acara yang juga dihadiri Kadis Perdagangan Mamuju, Oktovianus dan Manajer Indomarco Prismatama Cabang Makassar.

Karenanya, Pemkab Mamuju mengapresiasi kehadiran Indomaret yang membuka pintu seluas-luasnya sehingga produk-produk lokal mampu bersaing dan menembus pasar modern.

Indomaret adalah salah satu bentuk bisnis waralaba yang kini menjamur di Indonesia. Menjual berbagai kebutuhan sehari-hari dan menawarkan kemudahan bagi konsumen.

“Hari ini kita sambut baik Indomaret karena mau membuka tangan secara lebar agar produk bisa terpajang di Indomaret,” imbuhnya.

Disini, kata Khatma, Pemkab Mamuju masih punya pekerjaan berat, bagaimana pelaku UMKM dapat menciptakan dan meningkatkan kualitas produk mereka. Sekaligus UMKM harus mampu memanfaatkan peluang pasar yang ada saat ini.

Kreatifitas dan inovasi pelaku UMKM harus terus ditingkatkan, sehingga kemampuan yang dimiliki semakin baik dan inovatif. Tidak bekerja seperti pedagang sate yang semua dikelola oleh satu orang.

Kepala Dinas Perdagangan Mamuju, Oktovianus mengatakan pihaknya berkomitmen akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM yang ada di Mamuju.

Salah satunya bekerja sama dengan pihak Indomaret. “tentunya kita harapkan UMKM yang ada bisa kembali bangkit kami dari Dinas Perdagangan akan membantu bagaimana bisa itu dijual,” ucapnya.

Menurutnya, seluruh produk pelaku UMKM bisa masuk ke pasar modern seperti Indomaret jika seluruh persyaratan dipenuhi pelaku UMKM.

Ditambahkan, Pemkab Mamuju berkomitmen terus berusaha memasarkan produk-produk lokal sehingga bisa menembus pasar yang lebih besar lagi. Termasuk melakukan perbaikan sarana dan prasaran gedung pasar oleh-oleh yang terletak di pasar regional Mamuju.

“Dari pihak kementerian sudah mensurvei itu dan dari sisi administrasi juga sudah memberikan datanya,” kata Oktovianus.

“Pelatihan sangat diharapkan bisa memacu usaha kita, baik itu industri makanan minuman, tenun di Kabupaten Mamuju dan itu semua mempunyai nilai ekonomi,” sambung dia.

Dari pihak Indomaret melalui Development Manajer Cabang Makassar, Hendra Satria mengatakan kerja sama yang dilakukan bersama Pemkab Mamuju merupakan rangkaian agenda nasional.

“Ini baru bisa kami lakukan pasca pandemi dan saat ini sudah turun levelnya, kegiatan ini pertama kali kita adakan di Mamuju,” ucap Hendra.

Ia menjelaskan, bahwa kegiatan yang sama sudah dilakukan sebelumnya di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan.

Saat ini berbagai produk lokal yang akan dipasarkan nantinya bakal dimasukkan ke setiap toko Indomaret di Mamuju maupun di daerah lain.

“Kami merekomendasikan beberapa produk yang akan dipilih sesuai administrasi dan birokrasi yang ada,” ucapnya.

Menurutnya, dari sisi standarisasi yang ada saat ini pihaknya masih akan melakukan seleksi terhadap produk pelaku UMKM untuk disiapkan mengisi 20 Gerai Indomaret di Mamuju
“Kami pastikan semua, kalau seluruh produk ini memenuhi syarat akan kita masukkan,” tegas Hendra. Baik itu makanan, minuman, atau barang-barang keperluan rumah tangga seperti sabun, produk kecantikan, dan lain sebagainya.

Area Marchandising Manager Indomaret Cabang Makassar, Ryan Anthony. S memaparkan sejumlah syarat harus dilengkapi pelaku UMKM apabila ingin produknya dipasarkan.

Jelasnya kata dia, produk tersebut sesuai segmen Indomaret yang memerhatikan jenis produk, kerapian kemasan, kehigienisan, dan modernitasnya.

Tidak hanya itu, produk harus dijual dengan harga kompetetif berbanding dengan kualitas barang yang ditawarkan.

Bagi UMKM dengan produk makanan, diharuskan menyertakan produsen atau distributornya, ukuran produk dalam gram atau liter bila minuman, dan regristrasi dari departemen kesehatan atau lembaga terkait.

“Yang biasa di jual di Indomaret itu seperti pangan dan non pangan, itu sesuai target market utamanya kemasan harus bagus kreatif dan inovatif, pelaku UMKM harus berani menampilkan produknya,” jelas Ryan.

Selain itu, wajib ditambahkan pula tanggal kedaluarsa, label halal, dan barcode dalam rangka menjamin keamanan konsumen.

Pada momen di Cafe Nal Mamuju ini, pihak Indomaret juga melakukan penyerahan bantuan beberapa gerobak jualan yang diserahkan kepada pelaku UMKM binaan Pemkab dan Indomaret. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *