Jadwal Belum Menentu

  • Whatsapp
Jadwal Belum Menentu
AHMAD BARAMBANGI, Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulbar

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Pemerintah masih menunggu kepastian Arab Saudi terkait pemberangkatan haji dan umrah tahun depan.

 

Begitu disampaikan Kepala Bidang Haji dan Umrah Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulbar, Ahmad Barambangi, Kamis kemarin.

Dikatakan, seluruh daerah juga masih menunggu regulasi teknis dari Kementrian Agama Bidang Haji.

“Kalau informasi awal, November ini Kementerian Agama melakukan pertemuan untuk mendapatkan kepastian penyelenggaran umrah 2021 dan haji 2022,” Kata Ahmad, Kamis 18 November.

Mengenai kesiapan yang dilakukan pihaknya mengaku intens melakukan koordinasi bersama kelompok ibadah haji dan umrah agar terus melakukan pembimbingan manasik haji.

“Secara internal juga di kementerian agama rutin melakukan manasik kepada jamaah waiting list,” terangnya.

Mengenai biaya haji, lanjutnya, juga masih menunggu hasil Ketetapan dari pemerintah pusat. Bakal dipastikan setelah dilakukan penetapan kuota haji.

“Selama ini pendaftarannya Rp 25 juta kemudian hampir setiap pelunasan digabung pendaftaran, berkisar Rp 38. Ini yang sebelumnya. Kita tidak tau kebijakan Arab Saudi dan Indonesia untuk penyelenggaraan haji berikutnya,” papar Ahmad.

Persiapan lain adalah menyangkut vaksinasi covid bagi para calon jamaah haji maupun umrah. Vaksin menjadi prasyarat utama dalam melakukan pemberangkatan.

“Kita hanya memberikan imbauan termasuk kepada jamaah waiting list untuk mendatangi gerai vaksin yang ada sesuai anjuran pemerintah,” ujarnya.

Di lain sisi, seliruh travel di Sulbar akan dilakukan pendataan dan verifikasi terkait kesiapan melakukan pemberangkatan.

Menurut Ahmad Barambangi, pemberangkatan umrah yang akan dilakukan pihak travel, merupakan kewenangan masing-masing penyedia layanan jasa tersebut.

“Pendaftaran umrah itu, di masing-masing travel, tetapi izin travel itu harus melalui rekomendasi kementerian untuk mendapatkan izin operasional,” tegasnya.

Ia mengaku, masih melakukan monitoring terhadap sejumlah travel di Sulbar. Masih ada yang hanya berstatus agen.

Sementara Pimpinan Travel PT Prima Unggul Cabang Sulawesi Barat, Wawan mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu jadwal umrah dari Kemenag RI.

“Kami belum menerima keputusan terkait teknis pemberangkatan,” kata Wawan.

Ia mengaku, akan mengutamakan jamaah yang telah siap berangkat. “Khususnya jamaah Prima Unggul yang secara keseluruhan, dari Sulsel dan Sulbar ada 1.000 jamaah yang siap berangkat secara bertahap,” bebernya.

Dari jumlah tersebut, jamaah umrah yang akan diberangkatkan dari Mamuju tercatat sebanyak 40 orang.

Mengenai penerapan protokol kesehatan, ia mengaku telah melakukan sosialisasi kepada seluruh jamaah yang akan berangkat termasuk mengenai vaksin.

“Siapa yang mau berangkat harus menunjukkan bukti vaksinnya karena itu menjadi syarat utama. Tapi itu tadi, kami masih menunggu keputusan resmi (untuk pemberangkatan),” tutup wawan. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *