Jaga Kebersihan Lingkungan

  • Whatsapp
Jaga Kebersihan Lingkungan
CEGAH DBD. Petugas fogging melakukan penyemprotan sebagai bentuk pencegahan penyakit DBD di Mamuju. (IST)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Antisipasi dan kewaspadaan terhadap beragam penyakit perlu ditingkatkan di tengah cuaca tak menentu saat ini.

 

Cuaca ekstrem berpotensi membuat individu menjadi lebih rentan terserang berbagai macam penyakit. Termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, drg Asran Masdy iklim yang tidak menentu mendukung kondisi lingkungan tak sehat dan bisa berdampak buruk jika daya tahan tubuh tidak siap.

“(Selain DBD) seluruh penyakit menular harus tetap menjadi perhatian dan kewaspadaan apalagi di musim akhir tahun seperti ini,” kata Asran saat dikonfirmasi, Kamis 18 November.

Masyarakat diminta agar tetap memperhatikan kondisi lingkungan masing-masing sebagai bentuk pencegahan bersama.

Apalagi sudah ada kematian karena demam berdarah, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Pihaknya berharap, kasus di Mamuju tersebut tak terulang, apalagi menjadi kejadian luar biasa.

“Tugas kita menelusuri, mengantisipasi penyebaran, dan kita mengimbau kepada masyarakat agar tetap memperhatikan perlindungan diri dan kebersihan lingkungan,” harap Asran.

Pengelola Program Pengendalian Vektor dan Arbovirosis Dinkes Sulbar, Irwan Adi Putra memaparkan data DBD sejak Januari, tercatat 245 kasus dengan tiga meninggal.

“Kecenderungan DBD itu di musim hujan seperti di akhir tahun sampai awal tahun. Untuk kasus demam berdarah dari Januari sampai Oktober itu yang dilaporkan bulan November 245, ada tiga kematian,” terang Iwan.

Data tersebut kata dia, merujuk informasi dari seluruh kabupaten. “Khusus Oktober, Mamuju 7 kasus, Polman 8 kasus, Mamasa 2 kasus dengan total meninggal 3,” sambungnya.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, belum mengalami peningkatan. Pada 2020, tercatat 630 kasus dengan 3 warga meninggal.

Namun demikian, menurutnya belum bisa dijadikan patokan sebagai keberhasilan menangani kasus DBD. Lonjakan kasus masih mungkin terjadi di sisa tahun ini.

“Memang lebih besar tahun lalu, lantaran saat ini kecenderungan masyarakat melakukan pemeriksaan kurang. Biasanya nanti parah baru ke fasilitas kesehatan,” beber Iwan.

Dinkes pun meminta agar masyarakat terus melakukan protokol kesehatan penyakit menular, utamanya rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan sistem 3 M.

“Apabila ada kasus di sekitar rumah penderita Perlu diantisipasi karena akhir tahun tren DBD cenderung meningkat. Protokol Kesehatan DBD harus ditingkatkan,” tegasnya.

PIhaknya juga berharap tidak ada peningkatan signifikan, apalagi mengarah pada kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kriterianya kalau ada peningkatan dua kali lipat dari periode sebelumnya, itu masuk kategori KLB,” tandas Iwan. (Idr/chm)

 

Jaga Kebersihan Lingkungan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *