Mengorek Dinamika Seleksi KPID Sulsel

  • Whatsapp
Mengorek Dinamika Seleksi KPID Sulsel
CINDERAMATA. Pimpinan dan Anggota Komisi I DPRD Sulbar serta personel Timsel KPID Sulbar foto bersama Komisioner KPID Sulsel. Makassar, Kamis 18 November 2021. (DOK PRIBADI FOR SULBAR EXPRESS )

SULBAR EXPRESS — Tim Seleksi (Timsel) Komisi Pemilihan Daerah (KPID) Provinsi Sulwesi Barat (Sulbar) bersama Ketua dan Anggota Komisi I DPRD Sulbar, kemarin, menyambangi KPID Sulawesi Selatan.

Rombongan Sulbar diterima Ketua KPID Sulsel, Muhammad Hasrul Hasan bersama enam anggota KPID Sulsel; Abdi Rahmat, Mattewakan, Riswansyah Muhsin, Siti Hamida, A. Muh. Ilham dan Irwan Ade Saputra.

Di Kantor KPID Sulsel, Jalan Bontolempangan Makassar, kedua pihak membincang agenda seleksi calon komisioner KPID Sulbar yang kini tengah berproses.

Diantaranya mengurai terkait keterwakilan perempuan. Segmen ini diutarakan Anggota KPID Sulsel, Siti Hamida.

Dijelaskan bahwa sepanjang sejarah KPID Sulsel, pelibatan perempuan selalu menjadi bagian dari catatan utama.

“Itu terbukti bahwa sepanjang sejarah keberadaan KPID Sulsel selalu terdapat unsur perempuan yang dinyatakan lolos, bahkan sampai dua orang di dalam struktur KPID Sulsel,” papar Siti Hamida dalam kerangan resmi yang diterima, Kamis 18 November.

Selain itu, juga disinggung mengenai isu keterwakilan daerah-daerah atau kabupaten/ kota.

Hasrul Hasan mengatakan, untuk konteks Sulsel tidak terdapat pertimbangan keterwakilan daerah. “Murni profesionalisme dan kapasitas serta komitmen para peserta terhadap penyiaran,” tegasnya.

Hasrul Hasan juga menekankan bahwa dalam tahapan seleksi KPID Sulsel, Timsel kala itu tidak kaku menerapkan PKPI Nomor 01/P/KPI/07/2014, khususnya terkait keikutsertaan incumbent dalam tes tulis dan psikologi.

Itu berdasarkan pertimbangan, bahwa KPI Pusat sendiri juga tidak secara konsisten menggunakannya. “Sehingga di Sulsel incumbent juga diikutkan dalam semua tahapan seleksi sebagaimana perlakuan terhadap peserta seleksi non-incumbent,” tegas Hasrul.

Rombongan Sulbar yang dimotori Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulbar, Hamzah Sunuba terus mengorek beragam pengalaman dalam penjaringan anggota KPID Sulsel.

Diketahui, proses seleksi di provinsi tetangga tersebut berjalan secara terbuka kendati dilangsungkan di tengah kondisi pandemi covid. Hanya saja untuk pencegahan penularan virus, tes wawancara di level Timsel ditiadakan waktu itu.

Tapi secara umum, kata Hasrul Hasan, telah berjalan sesuai standar prosedur dan konteks seleksi yang ada.

Pertemuan turut dihadiri Ketua Komisi I DPRD Sulbar Syamsul Samad, Anggota Komisi I DPRD Sulbar, Syahrir Hamdani serta Firman Argo.

Sementara dari Timsel, hadir Muliadi Harli (ketua), April Azhari Hardi (Sekretaris), serta Rahmat Idrus, M. Syariat Tajuddin dan Ika Lisrayani.

Melanjutkan misi di Makassar, Timsel bersama Komisi I DPRD Sulbar, hari ini menjadwalkan konsultasi dengan tim psikologi di Makassar dengan agenda utama penjajakan sistem dan mekanisme seleksi test psikologi.

“Selain kita akan konsultasi dengan calon tim atau lembaga fsikologi independen, sesuai rencana dan jadwal kami juga akan konsultasi tentang sistem dan mekanisme ujian komputer dan pembuatan lembar jawaban ujian untuk test tertulis nantinya”, urai Muliadi disahuti April Azhari.

Sampai kemarin, tercatat sudah 38 pendaftar yang telah teregister di sekretariat Timsel KPID Sulbar. Pendaftaran akan berakhir 25 November mendatang. (chm)

Mengorek Dinamika Seleksi KPID Sulsel
SERIUS. Ketua dan Wakil Ketua Komisi I, Syamsul Samad dan Hamzah Sunuba serta Anggota Komisi, Syahrir Hamdani serta Firman Argo bersama Timsel saat mengorek dinamika perjalanan seleksi anggota KPID Sulsel di Makassar, kemarin. (DOK PRIBADI FOR SULBAR EXPRESS
)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *