Optimistis Ekonomi Terus Bertumbuh

  • Whatsapp
Optimistis Ekonomi Terus Bertumbuh
SAMPAIKAN SAMBUTAN. Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar dalam momen pertemuan tahunan di Grand Maleo Hotel Mamuju, Rabu 24 November 2021. (FOTO: IDRUS IPENK)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Kondisi ekonomi bangsa perlahan membaik. Begitujuga di Sulawesi Barat. Diharap terus bertumbuh.

 

Optimisme menatap tahun 2022 dengan perkembangan ekonomi yang positif, mengemuka dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia di Mamuju, Rabu 24 November.

Menurut Kepala Perwakilan BI Sulbar, Hermanto, perekonomian Sulbar juga terus memperlihatkan tren positif di tengah guncangan pandemi dan bencana alam.

Ekonomi Sulbar kata dia mengalami kontraksi di triwulan I dengan -1,28 persen. Kemudian membaik pada triwulan II senilai 5,07 persen. Selanjutnya, triwulan III kembali menurun 2,54 persen.

Hermanto menegaskan, meski mengalami pertumbuhan, kondisi tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan tahun 2019, lalu.

“Ini tentu perlu kita dorong kedepan di triwulan keempat 2021,” Kepala BI Sulbar, Rabu 24 September.

Dirinya optimistis di tahun 2022, perekonomian di Sulbar bisa bertumbuh secara positif, jauh lebih baik.

“Beberapa sektor ekonomi Sulbar yang akan tumbuh di 2022 antara lain, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan juga sektor industri pengolahan masih perlu didorong,” beber Hermanto.

Menurutnya, industri pengolahan menjadi kunci utama dalam pertumbuhan ekonomi Sulbar, sehingga butuh dukungan dan sinergi seluruh pihak.

“Prospeknya akan bangkit. Optimisme ini perlu diperkuat dengan semangat sinergi dan berinovasi, baik pemerintah provinsi, kabupaten dan instansi vertikal,” tegas Hermanto.

Selain itu, ia menjelaskan mengenai kondisi inflasi yang dialami Sulbar cukup kompleks dan menantang, diakibatkan konsumsi masyarakat yang masih rendah. Dibutuhkan keseimbangan antara permintaan dan pasokan.

Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar mengapresiasi langkah yang dilakukan BI upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Sulbar.

“Apa yang dilakukan BI tentunya kami dari pemerintah Sulbar mengharapkan sinergitas tetap berlangsung dan kerja sama tetap berjalan,” kata Enny.

Wagub meminta seluruh pihak bergandengan tangan, menyatukan langkah, bersinergi dan berinovasi untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi Sulbar.

Menurutnya, BI telah berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulbar, dengan melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha kecil menengah, pemberdayaan ekonomi pesantren dan pariwisata. Termasuk terus mendorong sistem pembayaran digitalisasi.

Pertemuan tahunan BI digelar secara nasional, dibuka Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo secara virtual. Diikuti Kepala Perwakilan BI Sulbar dan Wakil Gubernur Sulbar serta Kepala Daerah dan Forkopimda di Grand Maleo Hotel Mamuju, Rabu 24 November.

Presiden mengatakan kondisi perekonomian telah menghadapi berbagai tantangan salah satunya pandemi covid-19, sehingga ia menekankan pentingnya pengendalian Covid-19 sebagai kunci utama pertumbuhan ekonomi.

Jokowi mengatakan, saat ini dunia berada pada ketidakpastian ditambah berbagai masalah yang terus berdatangan.

“Saya sama dengan pak gubernur Bank Indonesia bahwa pada 2022 kita semua harus tetap optimis, tapi tetap dalam posisi kehati-hatian,” ujarnya.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa ekonomi akan pulih pada 2022 mendatang. “Insyaallah pertumbuhan akan lebih tinggi mencapai 4,7 persen hingga 5,5 persen pada 2022, dari 3,4 persen hingga 4 persen pada 2021,” jelasnya.

Perry menekankan, kinerja pertumbuhan ekonomi 2022 harus didorong sinergi dan koordinasi yang erat oleh semua pihak untuk terus bangkit dari guncangan pandemi. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *