Peserta Curang Dicoret, SKB Mulai Bergulir

  • Whatsapp
Peserta Curang Dicoret, SKB Mulai Bergulir

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Pemerintah akhirnya menggugurkan peserta seleksi CASN yang dinilai curang. Tahapan penjaringan berlanjut hari ini.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah merilis sejumlah nama yang terdiskualifikasi karena dinyatakan melakukan kecurangan dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada penjaringan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun ini.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) BKN Mamuju, Jais mengatakan nama-nama yang digugurkan merupakan hasil rekom pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.

Khusus Sulbar, jumlahnya tercatat 59 orang. “Yang 59 itu kan termasuk Mamasa, Mamasa belum keluar. Sudah ada nama di pengumuman provinsi, yang jelas pengumuman masing-masing penjurusan,” sebut Jais, Minggu 14 November.

Meski begitu, polemik ini tak mengganggu rangkaian seleksi yang telah ditetapkan. Tahapan berikutnya adalah Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang mulai bergulir awal pekan ini.

“Diawali untuk kementerian dan lembaga. Besok pagi (Senin 15 November, red) untuk sementara BPS yang akan melakukan SKB di UPT BKN,” beber Jais.

Dia menekankan, indikasi kecurangan peserta tes CPNS ini mencuat setelah tim BKN menemukan hasil seleksi tidak wajar. Dugaan bertambah kuat usai komputer peserta dikirim ke laboratorium forensik di Makassar.

Berdasarkan hasil forensik, dalam komputer itu terdapat aplikasi remote Zoho Meeting (Zoho Assist) yang terinstal beberapa hari sebelum ujian.

Pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulbar berharap kasus tersebut bisa diusut tuntas demi menjaga prinsip pemerataan serta keadilan seleksi dan dibuka seluas-luasnya kepada publik.

Adapun hasil SKD CASN lingkup Pemerintah Sulawesi Barat menurut Kepala BKD Sulbar, Zulkifli Manggazali, telah diumumkan. Tercatat 29 orang yang sebelumnya dinilai lulus terpaksa dicoret karena melakukan kecurangan saat ujian.

“Khusus yang curang itu kalau di provinsi ada 29 orang yang dilakukan diskualifikasi, yang jelas orang yang diduga melakukan kecurangan, itu bisa dilihat di pengumuman provinsi,” ungkap Zulkifli, Minggu 14 November.

Ia menjelaskan, untuk pengumuman Kabupaten Mamuju, Pasangkayu dan Kabupaten Mamasa diterima langsung oleh masing-masing daerah.

Sementara untuk tindak lanjut kasus kecurangan tersebut, pihaknya masih menunggu instruksi hasil dari Kemenpan. “Kita tinggal menunggu dari Menpan apa yang diberikan (sanksi), sesuai perundang- undangan,” kata Zulkifli.

Selain itu, BKD Sulbar telah menyerahkan seluruh nama-nama yang diduga curang berdasarkan hasil rekom bersama. “Sudah ada diambil nama-nama yang curang (oleh pihak) Polda, kita sudah kasih. Kita tidak tau bagaimana Polda bekerja,” imbuhnya.

Zulkifli berharap masalah ini menjadi bahan evaluasi bersama sehingga tidak ada lagi kecurangan pelaksanaan dalam proses tes selanjutnya.

Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan mengaku pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Dikatakan, ada indikasi kecurangan pada tes SKD CPNS yang digelar BKN di gedung PKK Sulbar.

Kepolisian juga telah meminta klarifikasi kepada peserta, pihak terkait maupun panitia pengawas yang bertugas pada saat SKD berlangsung.

Saat dikonfirmasi, Kombes Pol Syamsu Ridwan menjelaskan, penyidik masih melakukan penelusuran kasus.

Karena itu, dirinya belum dapat memberikan keterangan lebih mendalam. “Sementara pendalaman. Saya akan minta ke Subdit Siber,” tegasnya, kemarin.

Sementara Kepala Bidang Pengangkatan, Pemberhentian dan Informasi pegawai BKPP Mamuju, Muhammad Ibrahim mengatakan pihaknya telah menerima nama-nama yang didiskualifikasi oleh BKN pusat.

“Mamuju yang didiskualifikasi itu ada 10 orang dan Pasangkayu 1 orang sisanya Sulbar,” ujarnya.

Ibrahim mengaku, pihaknya juga masih menunggu instruksi dari pusat terkait 10 orang setelah dinyatakan gugur.

Diketahui berdasarkan total keseluruhan yang akan di diskualifikasi yaitu. Pemprov Sulbar 29 orang, Mamuju 10 orang, Pasangkayu 1 orang, Mamasa 19 orang. Akumulasinya, 59 peserta. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *