RSUD Polewali Siap Menyambut Menaker

  • Whatsapp
RSUD Polewali Siap Menyambut Menaker
RSUD. Rumah sakit umum daerah Polewali terus memantapkan kesiapan selaku penyedia layanan kesehatan bagi calon pekerja migran yang hendak berangkat ke negara tujuan. (GAZALI)
RSUD Polewali Siap Menyambut Menaker
Direktur RSUD Polewali, dr ANITA

 

POLMAN, SULBAR EXPRESS — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali bersiap menyambut kunjungan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Ida Fauziyah, Rabu 24 November.

 

Menaker dijadwalkan mengunjungi RSUD Polewali untuk mengecek sejauh mana kelengkapan di fasilitas kesehatan tersebut. Utamanya terkait layanan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Direktur RSUD Polewali, dr Anita saat ditemui di ruang kerjanya, membenarkan jika Menaker RI akan berkunjung melihat langsung sarana pendukung pemeriksaan kesehatan bagi tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke luar negeri melalui Pelabuhan di Polman.

“Besok (hari ini) Menaker melihat sarana layanan kesehatan Calon PMI disini. RSUD Polewali ditunjuk sebagai sarana kesehatan yang melayani Calon PMI berdasarkan SK Kemenkes tanggal 19 November 2019,” jelasnya, Selasa 23 November.

Sarana pemeriksaan kesehatan bagi Calon PMI di RSUD Polewali, telah diresmikan sejak November tahun lalu.

Sebagai pelengkap, dokter spesialis penyakit dalam telah ditugaskan khusus untuk menentukan kondisi Calon PMI sebelum berangkat bekerja ke negara tujuan masing-masing.

“Laporan yang kami terima, sudah 27 orang Calon PMI yang telah dilayani tahun ini. Kalau dokter spesialis menyatakan kurang fit, maka Calon PMI belum bisa berangkat,” papar dr. Anita.

Informasi yang dihimpun menyembutkan, negara tujuan pekerja migran yang berangkat melalui Polman, umumnya merapat ke Korea.

“Dari 27 CPMI yang memeriksakan kesehatan di RSUD Polewali, satu orang diantaranya dinyatakan kurang fit sehingga gagal berangkat ke negara tujuannya Taiwan,” tutur Anita.

Biaya pemeriksaan kesehatan dibebankan ke Calon PMI, sesuai tarif yang sudah ditetapkan Kemenkes. Tidak ada standar umum, sebab merujuk pada item pengecekan kondisi kesehatan yang disesuaikan permintaan negara tujuan.

“Memang Calon PMI yang kami periksa kesehatannya lebih banyak yang mau berangkat ke negara Asia saja, seperti Korea dan Taiwan,” pungkas Anita. (ali/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *