Akibat Hujan Deras, Pagar SDN 6 Kampung Baru Roboh

  • Whatsapp
Akibat Hujan Deras, Pagar SDN 6 Kampung Baru Roboh

MAJENE, SULBAREXPRESS.CO.ID – Curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Majene, mengakibatkan terjadinya luapan air di sejumlah titik drainase di wilayah Kota Majene, diperparah dengan adanya sampah yang terbawa air dan menyumbat saluran, Selasa 6 Desember.

Luapan air ini, mengakibatkan sejumlah pemukiman warga dan badan jalan tergenang air hingga masuk ke kolom rumah dengan tinggi air hingga mencapai lutut dewasa.

Selain itu, akibat hujan deras disertai angin kencang ini membuat gelombang tinggi di sejumlah pesisir pantai mengalami abrasi hingga terjadi banjir dan merobohkan tanggul penahan ombak, seperti penahan ombak (Salassa) di wilayah Desa Bonde Kecamatan Pamboang dan tanggul penahan ombak di Desa Totolisi Kecamatan Sendana.

Kerusakan lainnya, juga merobohkan pagar SDN 6 Kampung Baru Kelurahan Labuang Kecamatan Banggae Timur. Pagar setinggi kurang lebih 2 meter itu, roboh karena diduga tanah dari pondasi pagar sudah mulai labil terkena kerukan air dari drainase depan sekolah.

“Roboh pagar SDN 6 Kampung Baru ini, terjadi sekitar pukul 06.30 wita, karena mungkin terkeruk air hujan dari drainase, apalagi ada perbaikan drainase di depan sekolah saat ini,” terang Hj. Juliati Kepala SDN 6 Kampung Baru, Selasa (06/12/2021).

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Juliati mengaku, akan berkoordinasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Majene dengan harapan dapat difasilitasi perbaikan pagar SDN 6 Kampung Baru. “Semoga pagar ini, dapat secepatnya diperbaiki, selain keamanan anak didik, juga keamanan sejumlah barang di sekolah milik negara,” harapnya.

Terpisah, seorang Masyarakat Majene Hamzah menuturkan, genangan air di badan jalan dan pemukiman warga diakibatkan gumpalan-gumpalan sampah yang menutup saluran air, sehingga air meluap kemana-mana hingga mengakibatkan terjadi banjir.

“Saluran-saluran air yang ada di pemukiman dan tepi jalan di perkotaan Majene, semua memenuhi kriteria standar teknis yang dipersyaratkan, tetapi karena tertutup sampah dan curah hujan yang tinggi, maka air meluap,” ulasnya.

Dari update informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Majene pertanggal 6 Desember 2021, bahwa ekstrem di akhir 2021 menjadi peringatan pada sejumlah wilayah guna mewaspadai gelombang tinggi yang mungkin terjadi di daerah ini.

“Curah hujan ke depan diperkirakan masih saja terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang, itu diakibatkan adanya kumpulan awan, untuk aktivitas air laut maksimum disertai kondisi gelombang tinggi dan curah hujan tinggi dapat mempengaruhi dinamika pesisir berupa banjir pesisir (Rob),” terang Musrawati Prakirawan BMKG Stasiun Majene.

Ia mengatakan, terpantau aktivitas air laut dengan gelombang tinggi diprakirakan masih terjadi pada 6 sampai 8 Desember, bertepatan dengan fase bulan baru, yang menyebabkan terjadi peningkatan tinggi air laut secara signifikan.

“Dengan fenomena ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dalam mengantisipasi dampak dari Banjir Pesisir (Rob) terutama yang bermukim di wilayah pesisir di Majene pada umumnya di wilayah pesisir Sulawesi Barat,” pungkasnya.(hfd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *