Antisipasi Penularan Covid-19, Perketat Pintu Masuk

  • Whatsapp
Antisipasi Penularan Covid-19, Perketat Pintu Masuk
Salah satu maskapai yang melayani rute dari dan ke Bandara Tampapadang Mamuju, sedang bersiap melakukan penerbangan. Pemda se Sulbar perlu menguatkan protokol kesehatan mencegah penularan covid. (DOK.)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Pemerintah daerah se-Sulawesi Barat perlu melakukan pengetatan protokol kesehatan covid. Utamanya pada pintu-pintu masuk ke provinsi ini.

Pemerintah Provinsi Sulbar tengah mematangkan upaya-upaya pencegahan penularan Covid-19 jelang akhir tahun ini.

Pengetatan pengawasan akses masuk akan ditingkatkan. Utamanya terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) yang akan masuk di Sulbar, guna mengantisipasi varian baru covid, Omicron.

Menurut kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulbar, Maddareski Salatin, optimalisasi penanganan pandemi akan dijalankan dengan fokus pada pengawasan terhadap akses masuk ke Sulbar. Utamanya pada jalur-jalur transportasi.

“Di Bandara saya rasa tidak ada masalah setelah pergantian jilid PPKM level 3, sekarang normal seperti biasa sesuai edaran Menteri Perhubungan, dan tetap menggunakan vaksin dan antigen,” jelas Maddareski, Senin 20 Desember.

Pihaknya berharap tak kecolongan, karenanya protokol ketat akan dijalankan, utamanya bagi warga negara asing yang diketahui juga banyak bekerja pada industri di Sulbar.

Namun menurutnya, bagi tenaga kerja asing yang sudah memenuhi syarat dokumen dari pemerintah pusat dan dianggap aman itu tidak menjadi masalah.

“Kalau misalnya akan ada masuk (TKA red,) tentu ada prosedur yang sudah dipenuhi, dan itu tentu sudah dianggap aman dari pusat. Kita tidak ada masalah sepanjang dokumennya lengkap,” jelas Maddareski.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Muhammad Idris DP, sebelumnya meminta agar seluruh pihak selalu meningkatkan kewaspadaan dalam rangka menjaga akses masuk baik di pelabuhan dan bandara dalam rangka mengantisipasi merebaknya kasus covid.

Langkah itu diambil sebagai tindak lanjut akan adanya Tenaga Kerja Asing yang akan masuk di Sulawesi utamnya Sulbar setelah transit dari daerah Manado.

“Kita telah rapatkan secara internal agar dinas kesehatan mengambil langkah-langkah karena Omicron ini kita tidak tahu model persebarannya seperti apa,” kata Idris saat diwawancara Sabtu 18 Desember.

Ia pun meminta, seluruh kabupaten melakukan pengawasan terhdap jalur masuk di setiap daerah masing-masing.

“Itu kita minta semua kabupaten perkuat pengawasan, karena mereka bisa mengawasi jalur-jalur pintu masuk setiap daerah,” ungkapnya.

Termasuk kepada Tenaga Kerja Asing (TKA) yang akan masuk di Sulbar. “TKA ini paling kita waspadai, makanya kawan-kawan yang punya tanggung jawab di bidang itu, harus antisipasi betul di pintu gerbang masuk pelabuhan terutama di bandara,” ucapnya.

Namun masyarakat diminta untuk tidak panik sebab Sulbar tidak menjadi daerah sasaran para TKA yang akan bekerja, lantaran industri yang ada di Sulbar tidak terbilang besar.

Tracking, tambah Idris, akan tetap dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap varian baru covid jenis Omicron.

LEBIH DISIPLIN
PAKAI MASKER

TELAH ditemukan 3 kasus varian Omicron di Indonesia. Artinya, terdapat pula peningkatan potensi terjadinya lonjakan kasus.

Ditambah saat ini Indonesia tengah memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru. Untuk membendungnya, pemerintah berusaha mengendalikan menyebarnya varian baru dan menekan jumlah kasus agar tak terjadi gelombang ketiga. Salah satunya dengan disiplin protokol kesehatan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan, jika melihat pengalaman penanganan selama ini, Indonesia belum berhasil melewati periode libur panjang tanpa kenaikan kasus.

Sangat diharapkan Indonesia tidak mengulangi kesalahan seperti yang dialami saat lonjakan kedua pada Juli 2021 lalu.

“Untuk itu penting untuk mempertahankan kondisi pandemi Indonesia yang saat ini cenderung terkendali yang dicapai setelah kita bersusah payah menurunkan lonjakan kedua,” kata Prof Wiku secara virtual baru-baru ini.

Prof Wiku mengingatkan masyarakat tidak boleh lengah terlebih sebentar lagi kita akan memasuki periode natal dan tahun baru yang cenderung meningkatkan mobilitas dan aktivitas masyarakat dan berpotensi meningkatkan penularan Covid-19.

Sementara dalam mempertahankan kondisi kasus di dalam negeri yang tengah terkendali, setidaknya protokol kesehatan perlu diperhatikan dan menjadi langkah kunci.

“Hal ini paling penting, karena selama Covid-19 masih ada, maka protokol kesehatan adalah harga mati dan perlu secara disiplin,” jelas Prof Wiku.

Menurutnya beberapa lokasi menunjukkan kedisiplinan cukup baik memakai masker. Namun, masih ada beberapa lokasi yang kepatuhannya rendah, seperti pemukiman penduduk, kedai makanan, stasiun dan terminal serta pasar rakyat.

“Mari bersama kita pertahankan kondisi yang terkendali ini dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan sebagai cara yang paling mudah murah dan efektif,” tegasnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *