BMKG: Waspada Gelombang Tinggi

  • Whatsapp
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi
Gelombang laut menghantam bebatuan di pesisir Mamuju, kemarin. Warga Sulbar diimbau mewaspadai dampak cuaca ekstrem yang berotensi terjadi di penghujung tahun ini. (FOTO: IDRUS IPENK)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Majene mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di perairan Sulawesi Barat pada 6 hingga 8 Desember mendatang.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pihak BMKG, fenomena gelombang tinggi itu bertepatan memasuki bulan baru. Berpotensi melanda sebagian besar perairan di Sulbar dengan ketinggian gelombang mencapai dua meter.

Bidang Perkiraan BMKG Majene, Perdinand Hutabarat juga menjelaskan, tingginya curah hujan yang terjadi di Sulbar diakibatkan adanya pertumbuhan awan di wilayah Sulbar.

“Itu memicu terjadinya potensi hujan sedang hingga lebat,” kata Perdinand saat dikonfirmasi Senin 6 Desember.

Selain itu, BMKG juga memprediksi, aktivitas pasang air laut maksimum disertai dengan kondisi gelombang tinggi dan curah hujan tinggi dapat mempengaruhi dinamika pesisir di Wilayah Sulawesi Barat berupa banjir pesisir (rob).

Sementara berdasarkan hasil pemantauan BMKG, pola angin di wilayah Sulbar akan mengalami pergerakan secara cepat sampai 10 Km/ jam.

“Untuk tinggi gelombang diperkirakan dari 1,5-2,5 meter sampai 8 Desember. Dapat memicu kejadian banjir rob,” imbuh Perdinand.

Ia meminta agar kewaspadaan masyarakat di wilayah pesisir ditingkatkan lantaran seluruh wilayah pesisir masuk kategori waspada.

“Masyarakat pesisir pantai diimbau waspada dengan adanya fenomena banjir pesisir atau rob yang diprakirakan terjadi pada tanggal 6 hingga 8 Desember,” ungkapnya.

Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju, Taslim Sukirno, meminta nelayan agar betul-betul memerhatikan kondisi alam saat ini, guna menghindari kecelakaan laut.

“Kami (BPBD Mamuju red,) saat ini sudah turun memantau banjir rob, kemudian saat ini kami mendirikan posko di kantor sebagai langkah mitigasi,” ujarnya.

Menurut Taslim, secara grafik Mamuju sedang dilanda air pasang dan ombak tinggi masyarakat pun diminta untuk tetap siap siaga.

BPBD Mamuju juga mengeluarkan peringatan kewaspadaan dini guna mencegah dan menghindari kecelakaan laut, sebagai tindak lanjut informasi dari pihak BMKG.

Merut Taslim memapakan, beberapa wilayah di Mamuju yang menjadi titik rawan angin kencang dan gelombang tinggi, seperti Simboro, Tapalang Barat, Labuang Rano, Kalukku dan Kayu Mate.

“Kami mengingatkan dan mengimbau nelayan jangan dulu berlayar dan waspada dan siap siaga,” ungkapnya.

Termasuk bagi masyarakat yang menjadi titik rawan banjir rob, diminta melakukan mitigasi utamanya barang penting. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *