Diharap Jadi Momen Pemacu Ekonomi Daerah

  • Whatsapp
Diharap Jadi Momen Pemacu Ekonomi Daerah
Ali Baal Masdar menyerahkan mesin jahit kepada perwakilan UMKM pada kegiatan gema Marasa di area Rumah Adat Mamuju, Jumat 10 Desember 2021. (IDRUS IPENK)

SULBAR EXPRESS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat berupaya mempromosikan pariwisata lokal demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Salah satunya melalui ‘Gema Marasa’.

Melibatkan berbagai pihak yang dikemas dalam bentuk event.

Gema marasa merupakan gebrakan dalam sektor pengembangan dan promosi pariwisata di Sulbar, dengan sasaran pelaku seni industri kreatif dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Pada momen ini, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyerahkan bantuan mesin jahit kepada 10 kelompok usaha lokal yang telah terdata di Sulbar.

Gubernur kemudian mengajak seluruh pihak terkait bisa berperan membangkitkan ekonomi di tengah tantangan pandemi Covid-19 maupun era globalisasi. Terutama pihak pemerintah kabupaten agar aktif menggelar berbagai event sebagai ruang promosi wisata dan pelaku industri kreatif, seperti UMKM.

Ia mengatakan, meski kegiatan dikemas sederhana dengan protokol kesehatan, masyarakat Sulbar dapat mengambil peran di event tersebut, khususnya bagi pekerja seni budaya yang ada di Sulbar.

“Kita sudah koordinasi setiap kabupaten agar setiap tiga bulan diadakan festival budaya masing-masing. Termasuk di area wisatanya bisa kembali bangkit,” kata Ali Baal Masdar di kawasan Rumah Adat Mamuju, Jumat 10 Desember.

Ia pun berharap, dengan karya seni dan promosi wisata dapat mendorong peningkatan pendapatan bagi daerah.

“Harapan kita dengan karya seni budaya maupun para pelaku UMKM yang ikut dalam kegiatan ini dapat mendorong peningkatan pendapatan di masa yang akan datang,” tandas Ali Baal.

Gubernur tidak lupa mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan protokol kesehatan dan juga vaksinasi, utamanya di setiap gelaran event agar tidak menimbulkan adanya cluster baru Covid-19.

Kadis Pariwisata Sulbar, Farid Wajdi mengatakan bahwa festival Gema Marasa merupakan ruang bagi para pelaku seni dan budaya yang diyakini mewakili enam kabupaten di provinsi ke-33 ini, untuk menampilkan kreatifitasnya.

Melalui kegiatan ini, kata dia, para pelaku seni budaya juga dapat berkontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Ini adalah ruang bagi pelaku seni budaya untuk menampilkan kreatifitasnya dalam bidang seni budaya, dan semoga dengan kreatifitas tersebut akan berdampak terhadap tumbuh kembangnya perekonomian, terutama peningkatan pendapatan bagi para pelaku seni budaya maupun UMKM yang ikut dalam kegiatan ini,” urai Farid.

Ketua Panitia Gema Marasa, Andi Syaiful Rauf menjelaskan festival Gema Marasa merupakan sarana bagi pelaku seni dan UMKM untuk tetap eksis berkarya.

“Kami berharap masyarakat turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, meskipun bukan melalui karya seni, tetapi dengan menyaksikan pagelaran di festival ini. Ada beberapa kegiatan seperti fashion Show, senam Marasa, dan beberapa gelaran seni budaya lainnya,” kata Syaiful.

Dijelaskan juga, Gema Marasa jadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk mengampanyekan produk unggulan masing-masing.

“Kami juga memberi ruang kepada pelaku UMKM untuk ikut dalam kegiatan ini, meskipun hanya 18 boot yang disiapkan panitia, mengingat tempat yang terbatas,” tuturnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *