Dorong Pemenuhan Hak Disabilitas

  • Whatsapp
Dorong Pemenuhan Hak Disabilitas
Sejumlah warga ikut berlatih bahasa isyarat pada kegiatan Hari Disabilitas Internasional 2021 di kompleks Rumah adat Mamuju, Senin 20 Desember 2021. (IDRUS IPENK)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Gerakan Mandiri Gema Difabel Mamuju turut mewarnai rangkaian hari Disabilitas Internasional atau International Day of Persons with Disabilities (IDPD).

Perigatan Hari Disabilitas Internasional tiap tahunnya jatuh pada 3 Desember. Menjadi momen mengingatkan hak para disabilitas agar mendapatkan kesempatan sama dengan orang-orang normal, seperti dari berkarya dan berkarir di semua bidang kehidupan masyarakat.

Demikian penjelasan Ketua Gema Difabel Mamuju, Syafaruddin. Berbagai kegiatan pun digelar bekerja sama pusat rehabilitasi Yakkum dan Pemkab Mamuju. Mengusung tagline “Yuk kenali Difabel”.

“Hari ini adalah hari pertama. Kami melakukan baksos dan pengenalan bahasa isyarat, besok kami akan lakukan pembukaan,” papar Syafaruddin, Senin 20 Desember.

Menurutnya, selain bakti sosial, berbagai layanan sosial dilakukan seperti pembuatan BPJS, Layanan Disdukcapil pembuatan KTP, Kartu Keluarga (KK). Termasuk layanan fisioterapi dan kinesioterapi, juga bagaimana mengenal bahasa isyarat dan cara berinteraksi dengan difabel serta pameran UMKM karya difabel.

“Ini terbuka untuk umum, agar masyarakat lebih mengenal difabel sekaligus menepis stigma buruk tentang difabel, bahwa difabel bisa bekerja, bisa menghasilkan produk, bisa ikut dalam proses pembangunan Mamuju,” ujarnya.

Menurutnya pada rangkaian kegiatan hari Disabilitas tersebut Polresta Mamuju juga telah menerbitkan SIM D untuk kendaraan modifikasi bagi para disabilitas.

“Kami sudah mengurus itu, dan kami sudah lulus. Ini pertama kalinya dan Kapolres sendiri yang akan menyerahkan secara simbolis,” ujarnya.

Melalui kegiatan itu, Syafaruddin berharap masyarakat semakin terbuka dan mengetahui seperti apa difabel.

Ia menambahkan, kegiatan itu juga sekaligus evaluasi terhadap berbagai pembangunan fasilitas publik pemerintah yang belum ramah difabel. Termasuk mengenai kebijakan pemerintah, utamanya dalam hal pemenuhan hak difabel.

“Salah satu hal yang kita dorong, diharapkan fasilitas layanan publik ramah difabel,” jelas Syafaruddin.

Selain itu, ia berharap dukungan pemerintah terhadap pendidikan bagi difabel.

“Tingkat pendidikan difabel masih sangat rendah, karena fasilitas kurang memadai, difabel tidak harus selalu didorong ke SLB. Adalah pendidikan inklusi termasuk di perguruan tinggi yang lebih ramah difabel,” terangnya.

Sementara salah satu warga yang ditemui di lokasi, Nurjannah mengaku tertarik dengan kegiatan yang dilaksanakan Gema Difabel Mamuju salah satunya yaitu pengenalan bahasa isyarat.

“Ini bagus, karena kita bisa lebih mengerti apa yang disampaikan ketika berinteraksi dengan teman-teman difabel,” tandasnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *