Dorong Penuntasan Relokasi Kampung

  • Whatsapp
Dorong Penuntasan Relokasi Kampung
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar dan rombongan saat meninjau lahan relokasi kampung warga Kabiraan Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene, Kamis 9 Desember 2021. (IDRUS IPENK)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Hampir setahun pascagempa, relokasi kampung terdampak di Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda Majene, belum juga terlaksana.

Sudah ada persiapan lahan sekira dua hektar lebih sebagai lokasi pemukiman baru bagi warga yang harus meninggalkan kampung mereka karena tertimbun material longsor saat gempa, Januari lalu.

Saat Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar meninjau persiapan relokasi, progresnya masih dalam tahap pematangan lahan, berupa pengerukan.

Selain itu, gubernur menemukan juga Pemkab setempat masih diperhadapkan pembebasan lahan yang belum juga tuntas.

Karenanya, Ali Baal langsung meminta Dinas Perumahan rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Sulbar untuk memaksimalkan bantuan, segera menyelesaikan persiapan lahan yang akan ditempati warga.

“Segera kerjakan ini lahan relokasi agar masyarakat bisa marasakan manfaatnya,” kata Ali Baal, di Majene Kamis 9 Desember.

Saat mengunjungi lokasi terdampak gempa tersebut, gubernur didampingi Asisten II Khaeruddin Anas bersama Tenaga Ahli Daniel dan Camat Ulumanda Muhammad Arif.

Dijelaskan bahwa lahan relokasi sudah dibebaskan oleh Pemprov Sulbar seluas dua hektar untuk dijadikan hunian tetap bagi warga yang rumahnya terdampak gempa pada 15 Januari 2021.

Pembangunan hunian pun nantinya akan diserahkan ke pihak Dinas Perkim Sulbar. “Semoga ini bisa secepatnya dikerjakan dan masyarakat bisa pindah ke rumah yang disediakan,” harap gubernur.

Camat Ulumanda, Muhammad Arif mengaku bersyukur atas kunjungan gubernur, lantaran sejak gempa melanda Majene hingga kini progres pembangunan hunian belum juga terealisasi.

Dia mengungkapkan, sejumlah masyarakatnya masih ada yang tinggal di tenda-tenda pengungsian lantaran rumahnya hancur akibat gempa. Arif berharap hunian tetap segera dibangun di area lahan relokasi yang sudah disiapkan.

“Masih ada sekitar 30 Kartu Keluarga (KK) berada di tenda tanpa ada hunian akibat gempa 15 Januari 2021 lalu,” beber Arif.

“Alhamdulillah tadi pak gubernur sudah perintahkan segera dibangunkan hunian tetap bagi warga Kabiraan yang masih mengungsi. Apalagi cuaca saat ini sangat menghawatirkan bagi masyarakat yang masih menempati tenda pengungsian,” imbuhnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *