DPRD-PUPR Tinjau Jembatan Tullubulan

  • Whatsapp
DPRD-PUPR Tinjau Jembatan Tullubulan
Kepala Dinas PUPR Majene Inindria bersama Anggota DPRD Majene Napirman saat meninjau kondisi jembatan dan bendungan di Desa Tallu Banua Utara Kecamatan Sendana.

MAJENE, SULBAREXPRESS.CO.ID  – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Majene bersama Anggota DPRD Kabupaten Majene meninjau kondisi kerusakan jembatan dan bendungan, di Dusun Tullubulan Desa Tallu Banua Utara Kecamatan Sendana, Senin 30 November.

Kerusakan jembatan dan bendungan itu, akibat terkikis air sungai yang sedang banjir saat wilayah Kabupaten Majene diguyur hujan lebat beberapa pekan lalu.

Kepala Dinas PUPR Majene Inindria didampingi Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Majene Ramli mengatakan, kerusakan pondasi jembatan akibat deras air sungai Tullubulan. “Akan kita tangani dalam waktu dekat dengan mendatangkan alat berat excavator untuk menutupi tiang penyangga jembatan,” akunya.

Menurutnya, sebagai langkah awal secepatnya dilakukan antisipasi agar jembatan di Dusun Tullubulan tidak roboh bila banjir kembali. “Kita akan lakukan penimbunan dan pengerukan sungai untuk menormalisasi air,” urainya.

Dijelaskan, kerusakan Infrastruktur akibat banjir tidak hanya terjadi di Dusun Tullubulan akibat banjir, namun tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Majene, seperti jembatan Desa Talangbalao, Bendungan di Desa Tallubanua Utara, jembatan Desa Bambangan, jalan Desa Kabiraan, jalan Desa Limboro lonsor tertutup tanah dan batu besar yang menjadi penghalang aktifitas masyarakat.

“Jalan Desa Limboro merupakan jalan alternatif ke wilayah Kecamatan Alu Kabupaten Polman,” terang Inindria.

Sementara, Ketua Komisi I Anggota DPRD Kabupaten Majene Napirman mengaku, setelah pasca banjir telah melakukan koordinasi kepada Pemerintah Daerah (Penda) Majene untuk melaporkan kerusakan jembatan di Dusun Tullubulan akibat banjir.

“Perlu penanganan secepatnya, untuk menghindari kerusakan yang lebih para, ternyata dalam waktu singkat Kadis PUPR Majene datang secara langsung,” ungkapnya.

Pantauan, masyarakat Dusun Tullubulan melakukan perbaikan secara bergotong royong, sambil menunggu Alat berat Excavator untuk melakukan penimbunan pondasi yang terkikis air sungai. “Kita berharap, pihak PUPR Majene secepatnya ada penanganan sebelum jembatan ini putus, Untuk menutup pondasi jembatan sekaligus menormalisasi aliran sungai,” ungkap Legislator muda dari PKB Majene Dapil dua itu.

Napirman berharap, kepada Pemda Majene, dapat menganggarkan kerusakan jembatan melalui dana tak terduga setidaknya melalui dana bencana.”Ujar Politisi Muda dari PKB dia juga Ketua Komisi  I (satu) DPRD Kabupaten Majene

Ia menjelaskan, Kabupaten Majene merupakan daerah rawan bencana. “Untuk itu, pihak Pemda Majene sangat perlu anggaran penanganan bencana yang lebih besar, setiap tahun, sehingga ketika terjadi bencana bisa secepatnya di tangani,” pungkasnya.(hfd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *