Final Liga Tiga Sulbar, Sandeq Polman vs OTP Mamuju 2-0

  • Whatsapp
Final Liga Tiga Sulbar, Sandeq Polman vs OTP Mamuju 2-0
Foto bersama kedua Club OTP 37 Mamuju (hitam) dan PS Sandeq Polman (kunin) usai pertandingan final Liga 3, dan sesaat penerima tropi juara, di Stadion Gelora Jiwa Pasangkayu, Sabtu 4 Desember.

PASANGKAYU, SULBAR EXPRESS – Turnamen sepak bola Liga Tiga Sulbar talah memasuki babak final, setelah melewati tahapan babak sejak dibuka pada tanggal 18 November lalu.

Final turnamen sepak bola paling bergengsi di Sulbar ini, mempertemukan PS Sandeq OTP Mamuju vs PS Sandeq berlangsung di Stadion Gelora Jiwa Pasangkayu, Sabtu 4 Desember.

OTP Mamuju dipastikan mendapatkan tiket ke final setelah mengalahkan PS Matra dengan skor 1-0, sementara PS Sandeq sendiri mengalahkan PS Sarudu melalui adu pinalti yang dramatis dengan skor 7-8 di babak semifinal.

Pada menit pertama setelah wasit meniupkan pluit gol tercipta dari Ferdian menjadi Sandeq unggul lebih awal. OTP Mamuju pun terlihat lebih banyak melakukan serangan ke mulut gawang lawan untuk bisa menciptakan gol, tetapi hingga turun minum skor tidak berubah.

Memasuki 45 menit kedua, tepatnya di menit 66 pemain belakang OTP melakukan pelanggaran dalam kotak pinalti, sehingga wasit menunjuk titik putih sebagai tanda tendangan pinalti untuk PS Sandeq. Sayangnya hadiah pinalti tersebut juga tidak bisa mengubah skor 1-0.

Permainan semakin seru, presentasi serangan terus dikuasai OTP. Sandeq dipaksa bertahan dan hingga beberapa pemain lini atas Sandeq melakukan serangan balik yang dimanfaatkan Ikram Kadir pada menit 90 sekaligus mengubah skor akhir 2-0 untuk Sandeq.

Gol kedua tersebut memperjelas PS Sandeq menjadi juara Liga 3 Provinsi Sulbar yang dilaksanakan di Kabupaten Pasangkayu yang dilaksanakan oleh PSSI Sulbar dari tanggal 18 November hingga 4 Desember tanpa penonton di tribun Stadion Gelora Jiwa.

Imsyar Ismail mengatakan, kedua Club ini yakni, Sandeq FC dari Kabupaten Polman dan OTP 37 dari Mamuju ini sangat pantas bertemu pada final Liga 3 Sulbar.

Pasalnya, kedua club ini sama-sama mempunyai skill dan teknis bermain cepat, ditambah lagi penguasaan dan penyelesaian bolanya, yang membuat siapa saja lawan tanding kalah.

“Itu bisa kita lihat bersama, dalam pertandingan mereka pada babak pengisian grup hingga semi final sebelumnya. Nah mereka buktikan kan, mereka yang ketemu di final. Meskipun di final ini harus ada yang juara Liga,” singkat Imsyar. (ndi/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *