Gubernur Minta OPD Giatkan Sosialisasi Pencegahan Narkoba

  • Whatsapp
Gubernur Minta OPD Giatkan Sosialisasi Pencegahan Narkoba

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di provinsi ini untuk aktif melaksanakan kegiatan pencegahan, pemberantasan, dan penyalahgunaan narkoba.

“Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan ancaman serius bagi masyarakat maupun pemerintah,” kata Ali Baal Masdar, Rabu.

Hal itu disampaikan Gubernur saat Rapat Koordinasi Strategis Pimpinan Daerah yang mengangkat tema ‘Evaluasi Progres Capaian Vaksin COVID-19 dan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)’.

“Kami meminta, seluruh OPD lingkup Pemprov Sulbar melaksanakan kegiatan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan narkoba, mulai dari masyarakat hingga aparatur pemerintah,” tambahnya.

Masyarakat dan aparatur pemerintah, menurut dia, memiliki peran penting dalam menyosialisasikan semua jenis narkoba dan efek yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba.

“Khusus bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemerintahan Provinsi Sulbar agar mendorong masyarakat melindungi diri, keluarga, dan orang-orang terdekat dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Sementara, terkait capaian vaksinasi COVID-19 di Sulbar, Gubernur menyampaikan bahwa capaian untuk dosis pertama sebanyak 632.15 orang atau baru mencapai 58,2 persen dan dosis kedua sebanyak 369.641 dengan persentase 33,94 persen.

Gubernur mengakui capaian vaksinasi COVID-19 untuk warga lanjut usia di daerah itu masih tergolong rendah.

“Saya berharap semua harus turun ke lapangan dan dapat menyelesaikan target sasaran penggunaan vaksin kepada masyarakat yang belum terjangkau,” ujar dia.

“Terlepas dari tujuan program vaksinasi itu sendiri, pelaksanaan vaksinasi harus tetap disiplin menerapkan 4M dan budaya 3M sehingga dapat mengurangi tingkat keparahan COVID-19,” tambahnya.

Gubernur mengimbau agar pemerintah bersama masyarakat waspada dan siap siaga menghadapi varian baru COVID-19, baik varian Delta maupun Omicron. (ANT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *