Jangan Terhasut Kabar Miring Vaksinasi

  • Whatsapp
Jangan Terhasut Kabar Miring Vaksinasi
tm vaksinator melayani warga untuk menerima vaksin covid di Puskesmas Rangas, Mamuju, Selasa 7 Desember 2021.

SULBAR EXPRESS – Capaian vaksinasi covid di Kabupaten Mamuju sudah mencapai angka 60 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mamuju, Alamsyah Thamrin, kemarin.

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan di lapangan masih ada warga yang sudah menerima suntikan vaksin, namun datanya belum terinput karena beberapa kendala. Utamanya persoalan jaringan. Sehingga yang terbaca dalam sistem pusat sampai awal pekan ini, baru 58 persen.

Meski begitu, pihaknya akan terus memacu capaian vaksinasi Covid-19 di Mamuju yang merupakan ibu kota Provinsi Sulbar hingga menyentuh angka 70 persen dari target
211.371 jiwa.

Kedepan, vaksinasi juga akan diintensifkan di tingkat desa. “Semua kepala desa akan kembali diingatkan karena mereka penting sebagai penggerak masyarakat,” ujar Alamsyah, Selasa 7 Desember.

Pemkab Mamuju selama ini telah sangat terbantu dengan kehadiran pihak kepolisian bersama TNI yang rutin menggenot vaksinasi massal di daerah. “TNI/Polri cukup proaktif membantu peningkatan capaian vaksinasi,” sambungnya.

Jelasnya kata Alamsyah, kegiatan vaksinasi masih menjadi prioritas dalam penanganan pandemi Covid-19 sebab dinilai efektif menekan penularan virus tersebut.

“Selain itu, tentu kami harapkan semuanya, masyarakat untuk tidak lalai menjalankan Prokes (protokol kesehatan) covid. Kami harap tetap memakai masker, supaya menjaga jarak, juga tidak berkerumun,” paparnya, kepada awak media.

Dia menambahkan, tim vaksinator daerah akan terus bergerak setiap harinya secara bergiliran melakukan percepatan vaksinasi guna mengejar target herd immunity di tahun ini.

Sementara untuk tingkat Provinsi Sulbar, angka vaksinasi masih berada di kisaran 50 persen. Masih jauh dari harapan.

Hal tersebut diakui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Barat, dr Asran Masdy. Provinsi Sulbar masih harus melakukan percepatan-percepatan pemenuhan target vaksinasi di seluruh wilayah.

Menurut dia, salah kendalanya adalah informasi tidak benar atau hoaks vaksinasi yang telah berperan menghadirkan ketakukan terkait efek yang dilebih-lebihkan dan dibesar-besarkan.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya apalagi terhasut dengan isu-isu miring yang terus menyertai vaksinasi covid di daerah. Apalagi virus terus bermutasi dan bisa saja kembali merebak.

“Ini menjadi PR kita bersama dan diharapkan agar masyarakat mau divaksin. Vaksin halal dan aman. Semua untuk kesehatan. Jadi jangan lagi percaya berita-berita hoaks,” harap Asran.

Disamping itu, menurutnya, angka vaksinasi juga dipengaruhi kondisi Sulbar pascabencana alam gempa bumi yang berdampak besar pada dua kabupaten, Majene dan Mamuju. (chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *