Kepulauan Bala-balakang Terendam, Warga Was-was

  • Whatsapp
Kepulauan Bala-balakang Terendam, Warga Was-was
Sejumlah warga di Kecamatan Balak-Balakang, Mamuju, panik akibat banjir rob menerjang pemukiman mereka. Gambar direkam Senin 6 Desember 2021. (FOTO: IST)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Cuaca ekstrem menerjang wilayah Kepulauan Balak-balakang. Mengakibatkan banjir rob, merendam pemukiman. Warga kini was-was.

Kecamatan Balak-Balakang di Mamuju, memiliki penduduk sekira 2.800 jiwa dengan luas 1.47 KmĀ². Secara keseluruhan terdiri dari 16 gugusan pulau.

Menurut informasi yang diterima, banjir rob atau luapan air laut setinggi betis orang dewasa. Merendam rumah warga sejak dua hari lalu.

“Masyarakat masih was-was, dua hari terakhir ini sudah merasakan langsung dampak luapan laut. Jangan sampai kedepan ini, angin kencang masih terjadi, maka otomatis ombak akan lebih besar lagi,” beber Camat BalakBalakang, Sunarjo saat dikonfirmasi, Senin 6 Desember.

Menurutnya, masyarakat yang mayoritas berada di kepulauan ini masih khawatir dan ketakutan jika banjir rob berdampak pada abrasi.

“Kami telah berkoordinasi dengan sekertaris provinsi menyusun rencana-rencana sebagai antisipasi,” ujarnya.

Menurut Sunarjo, banjir rob menerjang 10 pulau di Balak-balakang. Diantaranya; Pulau Sabakkatang, Popoongan, Salissingan, Ambo, Labia, Seloang, Lamudaan, Samataha, Sumanga, dan Pulau Malamber.

Sunarjo mengatakan kondisi masyarakat pada sebagian besar pulau di Balak-balakang terpaksa memarkir kapal-kapal mereka. Tidak lagi melaut, lantaran cuaca buruk dan luapan air laut yang menerjang pemukiman mereka.

Sampai kemarin, pihaknya mengaku belum berfikir melakukan evakuasi lantaran proses yang cukup sulit. Kecuali terus berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Mamuju dan Pemprov Sulbar.

“Kami belum berfikir evakuasi, itu butuh perencaan yang lebih besar karena dari pulau ke pulau saling berjauhan,” sebut Sunarjo.

Berdasarkan arahan Sekprov Sulbar, pihaknya diminta melakukan inventarisasi warga terdampak langsung dan berapa rumah tergenang dan rusak karena banjir rob maupun terjangan ombak.

“Kami masih mendata rumah rusak dan yang tergenang. Kami akan laporkan kembali dalam waktu sesingkat-singkatnya ini, karena sementara menyusun langkah mitigasi. Termasuk kami menunggu arahan bupati Mamuju,” terang Sunarjo.

Menurutnya, yang menjadi kendala besar dihadapi adalah komunikasi yang sulit, termasuk kebutuhan pokok seperti makan yang sangat mendesak.

“Yang mendesak saat ini sembako, makanan ringan yang praktis, karena dalam kondisi seperti ini masyarakat tidak melaut,” harapnya.

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris DP mengatakan pihaknya telah melakukan rapat bersama dan berjanji dalam waktu dekat segera mengirim bantuan ke Balak-balakang.

“Kami sudah rapat terkait itu, dalam waktu dekat kita akan mengirimkan bantuan sembako,” kata Idris.

Menurutnya, langkah strategis akan diserahkan ke pihak Kabupaten Mamuju sebagai bentuk tindak lanjut.

Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju, Taslim Sukirno mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi sekaligus meminta data terkini.

“Kita menunggu camat menghimpun data. Karena ada yang terdampak ringan dan terdampak berat, itulah yang sedang dikalkulasi semua,” ucap Taslim.

Setelah pendataan dan assesment lapangan, pihak BPBD akan segera mengambil langkah penanganan dan upaya pencegahan dampak bencana. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *