Komisi II DPR Apresiasi Seminar Unsulbar

  • Whatsapp
Komisi II DPR Apresiasi Seminar Unsulbar
Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia bersama Anggota KPU Viryan Azis, Anggota Bawaslu Fritz Edward dalam seminar nasional Menuju Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, Senin 13 Desember 2021. (TANGKAPAN LAYAR)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS — Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengikuti seminar kepemiluan yang digelar Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), pada Senin 13 Desember 2021.

Doli memaparkan berbagai catatan penting pada pelaksanaan Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 serta upaya-upaya pemerintah dalam memperbaiki pelaksanaan pesta demokrasi berikutnya, terutama Pilkada Serentak 2024.

“Jadwal dan tahapan Pemilu 2024, insyaAllah setelah reses. Rencana awal Januari mendatang, kita akan membicarakan lagi hal tersebut,” jelasnya dalam seminar via virtual.

Hingga kini, jadwal pemilu 2024 belum ada kepastikan. KPU RI sudah mengusulkan pelaksanaan pemilu Februari 2024. Sedang pemerintah meminta dilaksanakan pada April atau Mei 2024.

Ketua Komisi II DPR RI tak lupa mengapresiasi pelaksanaan seminar nasional yang digelar Program Studi Ilmu Politik, Unsulbar.

“Saya berharap dari seminar ini akan lahir rekomendasi-rekomendasi untuk perbaikan pemilu kita kedepannya,” kata Ahmad Doli saat menyampaikan materi pembuka di seminar online tersebut.

Seminar juga dihadiri Anggota KPU Viryan Azis, Anggota Bawaslu Fritz Edward, tak ketinggalan Komisioner KPU Sulbar Farhanuddin.

Seminar yang bertajuk: Menuju Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, dibuka Ketua Program Studi Ilmu Politik, Asriani dengan moderator Muhammad yang merupakan dosen ilmu Politik Unsulbar.

“Tema khusus yang kami angkat di webinar ini tentang Satu Data untuk peningkatan kualitas Pemilu Indonesia, dalam kajian kami di prodi Ilmu Politik bahwa salah satu esensi peningkatan demokrasi melalui data di pemilu yang akurat dan valid,” kata Ketua Panitia, Ahmad Amiruddin yang juga dosen Prodi Ilmu Politik.

PENTINGNYA
DATA VALID

Ketua Divisi Data KPU RI, Viryan Azis menjelaskan bahw data di era sekarang ini sudah lebih strategis dibanding minyak.

Mengenai Data di pemilu, Viryan menguraikan, peta jalan stategis untuk terus membangun kepercayaan publik.

“Pengembangan digitalisasi Pemilu dengan berpegang pada prinsip antara lain jaminan keamanan digital dan data pemilu terbuka,” kata dia.

Peneliti dari Litbang Kompas, Yohan Wahyu menekankan, dengan data valid dan akurat akan berperan sangat besar dalam meningkatkan kualitas demokrasi bangsa.

“Dalam pengambilan keputusan, bukan saatnya lagi mengedepankan rasa, tapi harus berbasis data,” kata Yohan.

Menurutnya, jurnalis atau media saat ini terus mengembangkan jurnalisme presisi yang lebih detail, akurat, dengan menempatkan data sebagai hal yang pokok.

Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward memaparkan tentang pengawasan pemilu berbasis data, menurutnya validitas data akan menjadi penentu kualitas pelaksaan tugas Bawaslu melakukan pengawasan.

Sementara itu, Anggota KPU Sulawesi Barat, Farhanuddin menjelaskan tentang upaya KPU dalam memberikan akses ke masyarakat secara umum untuk mengakses data terkait kepemiluan.

“Misalnya tentang regulasi kepemiluan, teman-teman dosen, peneliti, jurnalis atau mahasiswa yang butuh, dapat mengunjungi webisite JDIH KPU,” tandas Farhan. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *