Menkes Apresiasi Pelaku Usaha Sawit, Bantu Pencegahan Covid-19

  • Whatsapp
Menkes Apresiasi Pelaku Usaha Sawit, Bantu Pencegahan Covid-19
Menkes Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA, SULBAREXPRESS.CO.ID – Menkes Budi Gunadi mengapresiasi langkah cepat sektor swasta termasuk industri sawit dalam membantu pemerintah untuk mencegah Covid-19 melalui gerakan vaksinasi massal.

Menkes berpendapat, kerja keras untuk mengatasi Covid-19, tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kementerian Kesehatan, tapi harus dilakukan bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami tidak mungkin melakukan sendiri. Kementerian Kesehatan tidak mungkin melakukannya secara eksklusif dan perlu didukung oleh sektor swasta termasuk industri sawit,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam 17th Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook di Jakarta, Rabu 1 Desember 2021.

Budi Gunadi mengungkapkan, pemerintah tidak bisa membuat program sendiri dan tetap memerlukan suatu gerakan yang dilakukan bersama-sama dengan seluruh rakyat Indonesia.

“Saya percaya kalau kita bersatu bersama dengan seluruh komponen bangsa yang ada kita bisa membangun sistem layanan kesehatan publik yang kuat dan siap mengatasi penyebaran Covid,” jelas Budi Gunadi Sadikin.

Seperti diketahui, belum lama ini, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama Projo, Kementerian Desa, dan Polri melakukan gerakan vaksinasi 7 juta masyarakat Perkebunan.

Gerakan ini mendapatkan sambutan positif dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Presiden Jokowi menjelaskan kegiatan percepatan dan perluasan vaksinasi Covid-19 sangat membutuhkan dukungan komponen masyarakat termasuk GAPKI.

“Saya menyambut baik inisiatif untuk membantu percepatan vaksinasi Covid-19 melalui pendistribusian 7 juta dosis untuk masyarakat perkebunan dan desa-desa produktif,” kata Presiden Jokowi dalam pidato pembukaan Gerakan Vaksinasi 7 Juta Warga Perkebunan dan Desa Produktif yang dilakukan secara virtual pada Jumat, 24 September 2021.

Presiden juga mengakui bahwa peran sektor perkebunan khususnya perkebunan sawit sangat penting dan strategis.

“Apalagi, selama pandemi Covid-19 sektor perkebunan dan pertanian mengalami pertumbuhan yang baik,” kata Jokowi.

Energi Terbarukan

Energi terbarukan berbasis minyak sawit dapat membantu mengatasi krisis energi yang dihadapi banyak negara.

“Dengan krisis energi yang sekarang terjadi di beberapa belahan dunia, energi terbarukan berbasis kelapa sawit akan menjadi solusi atau alternatif. Ini akan menjadikan kelapa sawit menjadi sebagai industri yang signifikan dalam di sektor energi terbarukan,” kata Ketua Umum Gapki Joko Supriyono 17th Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook, Rabu 1 Desember 2021.

Menurut Joko Supriyono, tahun 2021 merupakan tahun yang luar biasa bagi industri kelapa sawit.

Harga rata-rata minyak sawit mentah (CPO) telah melampaui $1.000 per metrik ton sepanjang tahun.

Saat negara-negara lain menuju pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, minyak sawit mampu melesat dan mencatat peningkatan permintaan.

“Permintaan minyak sawit diperkirakan akan terus meningkat, terutama pada saat krisis energi di sejumlah negara,” kata Joko.

Joko Supriyono menyakini, biodiesel akan menjadi alternatif untuk mengatasi krisis energi ini. “Pertanyaannya, apakah harga ini akan berlanjut pada 2022, kita optimistis hal itu akan terjadi” kata Joko.

Menurut Joko, saat ini, persoalan pasokan kekurangan energi yang melanda ekonomi utama di seluruh dunia, termasuk Inggris dan China.

Bloomberg sebelumnya melaporkan selama akhir pekan bahwa musim dingin dapat memperburuk krisis energi di Eropa.

Sebelumnya. Ketua Panitia IPOC 2021 Mona Surya mengatakan, tahun 2021 ini merupakan tahun keemasan industri sawit karena harga CPO global mencapai puncak tertinggi dalam sejarah.

Sepanjang 2021, harga rata-rata CPO di atas US$1.000 per metrik ton bahkan mencapai puncak tertinggi US$1.390 per metrik ton pada Oktober lalu.

Bagaimana prospek harga CPO pada tahun depan akan menjadi salah satu topik yang akan dibahas dalam konferensi tahunan ini.

Mona Surya mengatakan konferensi ini membahas peluang pasar minyak sawit dunia di beberapa negara tujuan utama ekspor.

Kemudian, supply dan demand minyak nabati dunia, tren pasar global dan juga proyeksi harga minyak sawit untuk tahun depan.

Selain outlook harga tahun depan, sejalan dengan fokus pemerintah untuk melakukan pemulihan ekonomi pascapandemi, IPOC 2021 ini juga membahas peran industri sawit dalam upaya pemulihan ekonomi.

Mona Surya mengatakan sebagai negara produsen utama kelapa sawit dunia, kenaikan harga CPO tentu memberikan dampak positif pada peningkatan pendapatan petani serta menjaga neraca perdagangan Indonesia tetap positif di tengah pandemi Covid-19. (sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *