Mudahkan Akses Warga Tujuh Desa

  • Whatsapp
Mudahkan Akses Warga Tujuh Desa
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar bersama Direktur Komisaris Kalla Grup Solihin Jusuf Kalla, dan Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi dalam peresmian Jembatan Karataun di Kecamatan Kalumpang Mamuju, Rabu 8 Desember 2021. (FOTO: IDRUS IPENK)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Jembatan Karataun sepanjang 70 meter hadir mempermudah akses warga tujuh desa di Kecamatan Kalumpang, Mamuju. Masyarakat pun antusias menyambut.

Tobaraq atau pemangku adat Desa Kalumpang, Daniel Sikobon sangat bersyukur dengan kehadiran jembatan yang kemarin diresmikan oleh gubernur Sulbar bersama pihak terkait di Mamuju.

“Selama ada Kalumpang, barusan ada ini jembatan dan kami sangat bersyukur dibangunnya jembatan Karataun,” kata Daniel di sela peresmian, Rabu 8 Desember.

Dijelaskan, sebelumnya ada infrastruktur jembatan yang terbangun pada zaman penjajahan Belanda. Kini kondisinya sudah tidak layak.

“Jadi selama ini masyarakat di tujuh desa menyeberang lewat sungai (dengan perahu) sebelum ada jembatan ini,” tegas Daniel.

Pembangunan jembatan tersebut dikerjakan pihak Kalla Grup melalui Mamuju Tumbuan Energi. Merupakan salah satu dari 19 unit yang digarap di wilayah Kecamatan Kalumpang dan Kecamatan Bonehau, Mamuju.

Peresmian dihadiri Direktur Komisaris Kalla Grup Solihin Jusuf Kalla, Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi, camat Kalumpang juga disaksikan masyarakat serta tokoh agama dan Kalumpang.

“Pengerjaan jembatan Karataun merupakan bagian kerja sama Kalla Grup bersama Pemprov Sulbar. Secara keseluruhan, kami bagi atas dua ruas yaitu Salubatu-Karataun, kemudian ruas Karataun-Karama,” papar Project Manajer Mamuju Tumbuan Energi, Basri Ali di Kalumpang, kemarin.

Ia merinci, ada 14 jembatan untuk Ruas Salubatu-Karatau yaitu; Jembatan Kalasissi, Pelosian 1, Pelosian 3, Pombalaan, Takesanga, Salu Ahu, Tamalea, Sarurru, Pulalle, Mao, Salu Mate, Takassi, Betoon, dan Jembatan Karataun. Sudah tuntas dibangun.

Sementara 5 jembatan lainnya, untuk Ruas Karataun-Karama yang akan diselesaikan pada 2022. Yaitu; Jembatan Panasehan, Rantebinanga, Kaluttu, Salu Kayu, dan Jembatan Salu Ole.

Tidak hanya itu, Kalla Grup juga melakukan pemasangan Box culvert di 16 titik dan 35 titik gorong-gorong.

“Tambahan nanti ada lima unit dengan total 126 meter. Selain itu, kami juga akan pasang 27 box culvert dan 39 gorong-gorong,” imbuhnya.

Basri menyebutkan, total keseluruhan jembatan yang dikerjakan Kalla Grup mencapai sepanjang 355 meter.

Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi mengatakan dengan adanya jembatan tersebut masyarakat kini bisa merasakan kemudahan akses transportasi.

“Satu kesyukuran bagi kami masyarakat Mamuju khususnya masyarakat Kalumpang, terima kasih Bukaka dan Kalla Grup membangun infrastruktur jembatan,” sebut Sutinah.

Ia berharap dengan adanya jembatan tersebut, perekonomian masyarakat semakin meningkat.

PENOPANG
PLTA KARAMA

Direktur Komisaris Kalla Grup, Solihin Jusuf Kalla, mengatakan Jembatan Karataun merupakan yang terpanjang dengan melibatkan seluruh tenaga lokal.

“Ini juga adalah akses menuju Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang akan kita buat di Karama,” jelasnya.

Menurut dia, inisiasi pembangunan PLTA di Karama merupakan bagian dari upaya peningkatan pasokan energi yang akan menunjang listrik di regional Sulawesi.

Sementara Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Kalla Grup bersama Bukaka dan PT Mamuju Tumbuan Energi.

“Alhamdulillah 14 jembatan sudah diresmikan di Kecamatan Kalumpang dan Bonehau,” kata Ali Baal.

Gubernur menekankan bahwa Jembatan Karataun salah satu yang terbesar dibangun oleh pihak Kalla Grup di Provinsi Sulbar.

“Masyarakat sudah bisa merasakan manfaat adanya jembatan dan PT Bukaka Grup, juga sekaligus bisa melanjutkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Karama,” tegas Ali Baal. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *