MUI Imbau Warga Sukseskan Vaksinasi

  • Whatsapp
MUI Imbau Warga Sukseskan Vaksinasi
KH. NAPIS DJUAENI, Ketua MUI Sulbar

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Angka penularan covid terus menurun. Masyarakat mesti tetap waspada. Tetap disiplin Prokes hingga pandemi benar-benar menghilang.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Barat, KH Napis Djuaeni mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tak lalai dalam menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19.

Dukungan dan kepedulian bersama dalam pencegahan penularan covid mesti terus dikampanyekan, apalagi menjelang natal dan tahun baru mendatang.

“Meskipun kasus positif COVID-19 di Sulbar menunjukkan penurunan yang signifikan, namun kita tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan,” tegasnya, Senin 13 Desember.

Menurut KH Napis, memakai masker dengan benar, rutin mencuci tangan, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan, adalah langkah efektif mencegah penularan korona sekaligus bentuk perlindungan diri dan lingkungan masing-masing.

“Kita harus banyak ikhtiar, salah satunya dengan melakukan vaksinasi dan yang kedua menegakkan protokol kesehatan,” ujarnya, menambahkan.

Dia melanjutkan, umat beragama harus tetap menjaga sikap wasatiah, moderat dalam artian masyarakat harus menerima keputusan pemerintah, sebagai langkah menjaga keselamatan bersama.

Selain itu, ia mengingatkan agar seluruh masyarakat tidak mudah terprovokasi terhadap isu yang memecah belah umat, apalagi kabar bohong yang sifatnya menghasut.

MUI sendiri sangat mendukung upaya pemerintah untuk memaksimalkan capaian vaksinasi, dengan harapan seluruh masyarakat bisa turut menyukseskan program nasional tersebut agar pandemi bisa berakhir.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk ikut vaksinasi, agar kekebalan kelompok bisa tercapai, sehingga kita bisa sehat iman dan imun terjaga,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, drg. Asran Masdy mengatakan masyarakat diharapkan tetap mengedepankan kedisiplinan dan kewaspadaan dalam menghadapi varian baru Omicron khusunya menjelang Nataru.

“Tetap tetap waspada karena muncul varian baru, yang bisa saja menyebabkan tsunami pandemi,” kata dia.

Meski belum terdeteksi di dalam negeri, kehadiran varian perlu menjadi perhatian semua pihak. “Prokes dan vaksinasi harus terus digencarkan”, tegasnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *