Musyawarah Kerja PMI Sulbar, Enny Tekankan Penguatan Kelembagaan

  • Whatsapp
Musyawarah Kerja PMI Sulbar, Enny Tekankan Penguatan Kelembagaan
Ketua PMI Sulawesi Barat, Enny Angraeni Anwar saat membuka Musyarawah Kerja Provinsi (Mukerprov) di Mamuju, Kamis 9 Desember 2021. (IST)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Seluruh pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Sulbar harus terus menjaga kemitraan, memperkuat kelembagaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ketua PMI Sulbar, Enny Anggraeni Anwar menjelaskan, saat ini tantangan menjaga eksistensi lembaga sangat besar. Harus bisa dijawab bersama dengan soliditas, kekompakan dan sinergitas.

Untuk itu, dibutuhkan pembelajaran peningkatan pemahaman tugas dan tanggung jawab pengurus dan staf dalam penyelenggaraan organisasi.

Demikian disampaikan Enny dalam Musyarawah Kerja Provinsi (Mukerprov) 2021 sekaligus sosialisasi UU-PP tentang kepalangmerahan di Mamuju, Kamis 9 Desember.

“Untuk menjawab pertanyaan masyarakat, dalam Mukerprov ini diharapkan kita harus mengacu pada pokok-pokok kebijakan dan rencana strategis untuk mencapai visi misi PMI,” jelasnya.

Dijelaskan, berbagai layanan PMI yang harus dimaksimalkan diantaranya; penanganan bencana, pelayanan sosial dan kesehatan, pembinaan relawan dan generasi muda, Pelayanan transfusi darah, Desiminasi kepalangmerahan dan hukum perikemanusiaan internasional.

Tahun 2022, PMI Sulawesi Barat rencananya akan memfungsikan unit donor darah PMI Sulbar, diupayakan dapat berjalan bekerja sama dengan Labkesda.

“Pelayanan unit donor darah saat ini dilakukan PMI Polman, dan insya Allah tahun depan unit donor darah PMI Provinsi Sulbar akan berjalan bekerjasama dengan Labkesda Sulbar,” pungkas Enny.

Tahun ini, PMI Sulbar telah menjalankan beragam aksi kemanusiaan, seperi kesiapsiagaan bencana dan membuka posko penanganan bencana. Selain itu, pelayanan sanitasi dan air bersih, evakuasi, pelayanan dapur umum, distribusi bantuan dan bantuan langsung tunai.

Sementara Asisten Perekonomian dan pembangunan, Khaeruddin Anas menuturkan bahwa Pemprov siap mendukung program kerja PMI utamanya dalam kemanusiaan.

“Sulbar ini rawan bencana sehingga palang merah sangat penting didalam penanganan korban maupun evakuasi,” tuturnya.

Kata Khaeruddin, kinerja PMI sudah terlihat saat pascgempa melanda dua kabupaten di Sulbar, pada Januari lalu. Sangat membantu para korban. “Respon PMI Ini sangat cepat tanggap dalam kebencanaan,” pungkasnya.

“Semoga musyawarah ini dapat melahirkan program kerja kemanusiaan yang dapat membantu masyarakat,” tegas Khaeruddin, menambahkan. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *