Pasca Majene Diguyur Hujan, TNI-Polri dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Sampah

  • Whatsapp
Pasca Majene Diguyur Hujan, TNI-Polri dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Sampah
KERJA BAKTI. TNI, Polres bersama Masyarakat Majene gotong royong membersihkan sampah di pesisir Pantai dan beberapa titik Kota Majene pasca Majene di guyur hujan.

MAJENE, SULBAR EXPRESS.CO.ID – Hujan Lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Majene sejak kemarin membuat sejumlah rumah warga terendam banjir bahkan beberapa ruas jalan tergenang air.

Setelah guyuran hujan, terdapat tumpukan sampah yang berserakan dibeberapa titik jalan dan sepanjang bibir pantai, seperti bibir pantai Lingkungan Binanga, Labuang dan Tanjung Batu serta lingkungan lainnya.

Untuk menyikapi kondisi di lapangan, Polres Majene bersama warga bergotong royong membersihkan sampah di sepanjang bibir pantai, untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dengan menggunakan truk sampah.

Wakapolres Majene AKP Ujang Saputra mengatakan, saatnya menjadikan Kota Majene bebas dari sampah guna mengurangi resiko banjir saat hujan. “Dengan peduli kepada lingkungan sekiranya sadar membuang sampah pada tempatnya,” ujar Wakapolres Majene Selasa 7 Desember.

Ia berharap, dengan kondisi cuaca yang tidak menentu masyarakat harus lebih ekstra menjaga kesehatan agar tidak mudah diserang penyakit,” Salam sehat untuk semua,” ucapnya.

Dititik lainnya, sinergitas TNI-Polri juga melakukan kerja bakti untuk membantu warga dengan membersihkan tumpukan sampah yang berserakan. “Kerja bakti bersih-bersih sampah pasca hujan seharian nampak antusias dan semangat mengangkut sampah ke atas mobil truk sampah,” ungkap Ipda Fahruddin Syahran.

Ditempat yang sama, Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian menyebut, kerja bakti adalah bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan, sekaligus sebagai upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak bencana, seperti banjir, longsor dan sebagainya.

Ia berharap, kepada seluruh warga agar lebih perhatian dengan lingkungan yang bersih dan sehat, utamanya kebersihan drainase saluran air sehingga saat hujan turun resiko banjir bisa ditekan.

“Banjir sering terjadi saat hujan karena beberapa faktor, diantaranya drainase yang tidak bersih akibat tumpukan sampah sehingga menghalangi laju air. Untuk itu, sudah saatnya kita lebih sadar dan peduli lingkungan,” imbuhnya.

Di lokasi berbeda, Kasat Lantas Polres Majene Iptu I Gede Yoga Eka Pranata memastikan akses jalan tetap aman dan lancar. “Kami bersama anggota Polantas mengatur arus lalu lintas sekaligus menghimbau para pengendara tetap waspada dan lebih berhati-hati saat berkendara karena jalanan licin,” tutur Kasat Lantas saat melakukan pengaturan Lalu lintas, di daerah Dusun Sumakuyu Desa Onang Kecamatan Tubo Sendana.

Ia mengimbau, kepada para pengendara untuk mengutamakan keselamatan dan menjadi pelopor keselamatan. “Dusun Sumakuyu ini, menjadi perhatian kami karena wilayah rawan longsor sehingga di fokuskan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Ia melaporkan, bahwa saat ini, akses jalan di Dusun Sumakuyu Desa Onang pasca hujan semalam tanpa henti tetap aman dan lancar. “Kita tetap mengimbau dan mengingat para pengendara saat melintas agar mengurangi kecepatan karena kondisi jalan licin akibat lumpur ditambah lagi karena ada pelebaran jalan, jadi akses masih diterapkan buka tutup,” pungkasnya.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan jajaran Polres Majene, mendapat apresiasi dari sejumlah warga setempat atas kepedulian dan upaya mendorong semangat seluruh pihak agar menjaga lingkungan tetap asri.(hfd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *