Peringatan Hari Ibu 2021, Momentum Mendongkrak Peran Perempuan

  • Whatsapp
Peringatan Hari Ibu 2021, Momentum Mendongkrak Peran Perempuan
Ketua PKK Sulbar, Andi Ruskati Ali Baal menyerahkan penghargaan kepada keluarga Pahlawan Nasional Perempuan Andi Depu di Gedung PKK Sulbar, Rabu 22 Desember 2021. (FOTO: IDRUS IPENK)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Peringatan hari ibu ke 93 harus dimaknai sebagai momentum kebangkitan bagi perempuan. Jangan sampai sekadar perayaan untuk jasa ibu dan istri.

Menurut Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, perempuan Indonesia termasuk di Sulbar harus mampu menunjukkan eksistensi, berdaya dalam berbagai aktifitas.

Dikatakan, perjuangan perempuan terhadap kemerdekaan Indonesia bukanlah satu hal mudah. Memiliki andil besar terhadap perjuangan bangsa, begitu juga terhadap pembangunan daerah di Sulbar.

Dengan begitu Ali Baal berharap, kemajuan yang telah diraih di tengah berbagai tantangan saat ini, harus terus dilanjutkan.

“Kemajuan perempuan akan menjadi kemajuan bangsa, sehingga kewajiban untuk mencapainya menjadi kewajiban semua pihak. Maka kita semua, baik perempuan dan laki-laki harus mendorong peran perempuan dalam segala bentuk dan sektor pembangunan,” kata Ali Baal Rabu 22 Desember.

Sementara Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Barat, Andi Ruskati mengatakan, peringatan hari perempuan juga menjadi momentum bagi perempuan untuk berbicara dan berani menyuarakan ketidakadilan.

Tim Penggerak PKK dan beberapa organisasi perempuan perempuan lainnya juga telah melaksanakan ziarah dan tabur bunga ke taman makam pahlawan yang kemudian melakukan ajangsana untuk berbagi pada penghuni lapas perempuan kelas 3 Mamuju, purna kejaksaan wanita, serta warakawuri serta veteran.

“Ini adalah bentuk perhatian dan cinta kasih kami dari berbagai organisasi perempuan yang ada di Sulawesi Barat,” imbuh anggota DPR RI tersebut.

Andi Ruskati menambahkan, perempuan mesti dapat mengambil peran dalam mewujudkan pembangunan daerah dan Indonesia seutuhnya.

“Kita berkomitmen tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Sulawesi Barat namun yang kita ciptakan adalah provinsi sulawesi barat yang ramah terhadap perempuan,” tandasnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *