Positif, Edukasi Harus Didongkrak

  • Whatsapp
Positif, Edukasi Harus Didongkrak
Kepala Perwakilan BI Sulbar, Hermanto (tengah) dalam gebyar QRIS di Grand Maleo Hotel Mamuju, Jumat 3 Desember 2021. (IST)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Pemprov Sulbar bersama Bank Indonesia Perwakilan Sulbar terus mendorong pembayaran berbasis digitalisasi. Salah satunya melalui Pengunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

QRIS merupakan sistem pembayaran non tunai berbasis digital yang diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). BI mencatat transaksi non tunai berbasis QRIS di Sulbar terus mengalami peningkatan.

Pada 2021, terdapat 33 ribu merchant yang telah menggunakan QR code, sehingga ia menargetkan sampai akhir 2021 pengunaan QRIS bertambah sebanyak 37.500 merchant.

“Cakupan QRIS terus akan diperluas dengan menyasar pasar tradisional,” ujar Kepala Perwakilan BI Sulbar, Hermanto dalam gebyar Qris di Mamuju, Jumat pekan kemarin.

Hermanto menekankan seluruh kabupaten di Sulbar telah menggunakan QRIS, hanya saja yang perlu ditingkatkan adalah edukasi terkait penggunaan fasilitas tersebut.

Olehnya, fasilitas QRIS terus dikembangkan, seperti fitur transfer dan setor. Sebab, diproyeksi menjadi bagian penting terhadap pemulihan ekonomi masyarakat di tengah pandemi.

Menurut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulbar, Khaeruddin Anas, Pemprov akan ikut mendorong penggunaan QRIS di daerah ini.

“Kita akan terus bersinergi semua komponen yang meliputi dunia usaha, perbankan, dan pemerintah daerah mendorong pengunaan QRIS,” kata Khaeruddin.

Menurutnya, sistem digitalisasi merupakan suatu hal yang tidak bisa ditolak, karena itu sudah menjadi bagian dari perkembangan zaman.

Ia berharap, masyarakat dan para pelaku usaha ikut andil dalam menyemarakkan penggunaan QRIS, beradaptasi dengan tekhnologi pembayaran berbasis digital tersebut.

“Suka tidak suka mau tidak mau kita menghadapi perkembangan zaman yang semakin maju, kita harapkan masyarakat bisa menggunakan QRIS,” sebut Khaeruddin.

Ia berharap, pengunaan QRIS ini terus meningkat dan target digitalisasi QRIS bisa terwujud.

“Kita harus mengikuti tren dan dunia modern karena itu adalah bagian penting dalam kehidupan,” tandasnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *