Potensi Ekspor Sulbar Menjanjikan

  • Whatsapp
Potensi Ekspor Sulbar Menjanjikan
Prosesi pelepasan Gebyar Ekspor Komoditas Pertanian Sulbar 1,2 juta ton ke Cina dan Filipina di pelabuhan laut Tanjung Bakau PT Tanjung Sarana Lestari, Desa Ako, Pasangkayu, Kamis 30 Desember 2021.

PASANGKAYU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulbar kembali mengekspor komoditas pertanian turunan kelapa sawit sebanyak 1,2 juta ton pada dua negara, yakni Cina dan Filipina.

Aktivitas ekspor melalui pelabuhan laut Tanjung Bakau PT Tanjung Sarana Lestari, Desa Ako, Pasangkayu, Kamis 30 Desember.

Pelepasan ekspor ditandai dengan pengguntingan pita balon dan bunyi sirene kapal, dihadiri Gubernur Sulbar yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Khaerudin Anas, Wakapolda Sulbar Brigjen Pol Raden Umar Faroq, Kabinda Sulbar Sudadi, dan Kepala Karantina Pertanian Sulbar Agus Karyono.

Hadir pula Bupati Pasangkayu Yaumil Ambo Djiwa, Dandim Letkol Inf Novyaldi, Kapolres AKBP Didik Subiyakto, dan CDAM PT Astra Oka Arimbawa.

Dalam sambutannya, Khaerudin menyebutkan, bahwa wilayah Sulbar yang sebagian besar bertopografi pertanian dengan penduduknya yang berprofesi sebagai petani merupakan modal utama bagi dunia pangan Indonesia. Sehingga dari sektor tersebut Sulbar tidak ingin ketinggalan.

“Kita bersyukur hari ini kita berkumpul di pelabuhan TSL bersama Forkopimda Sulbar dan Pasangkayu untuk menyaksikan pelepasan komoditi pertanian Sulbar yang mencapai jutaan ton ke luar negeri. Dan kalau tidak salah ini sudah berulang kali,” kata Khaerudin.

Menurutnya jumlah total komoditas pertanian sebanyak 1,2 juta ton dengan nilai Rp 10,1 triliun. Dan capaian ekspor di Sulbar pertanggal 16 hingga 30 Desember 2021 dengan volume 26.900 ton dengan nilai Rp439 miliar yang terdiri dari RBD Palm Olein dengan negara tujuan China dan Filipina, adalah hal yang luar biasa, khususnya bagi masyarakat dan pemerintah Sulbar.

Untuk itu, ia menambahkan, semua lapisan masyarakat patut berbangga dengan sumber daya alam (SDA) yang kaya dimiliki Sulbar, menjadi salah satu wilayah mengekspor komoditi pertanian.

‚ÄúSelain itu, cangkang kelapa sawit mampu menembus pasar international. Semuanya harus berbangga dengan SDA Sulbar yang sangat kaya tersebut,” tutur Khaerudin.

Dikonfirmasi usai acara, Bupati Yaumil menambahkan, jika melihat potensi turunan sawit asal Sulbar yang besar, ia menekankan kedepan diperlukan sinergisitas berbagai pihak agar kinerja ekspornya dapat terus dipacu, serta berupaya aktif mempromosikan dan mengkampanyekan aneka produk turunan dan samping kelapa sawit ke berbagai negara.

“Saat ini banyak permintaan komoditi pertanian dari negara-negara tetangga, sehingga perlu peran serta semua pihak untuk terus meningkatkan ekspor komoditi pertanian khususnya dari Sulbar,” sebut Bupati. (ndi/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *