Potensi Zakat ASN Hanya 50 Persen

  • Whatsapp
Potensi Zakat ASN Hanya 50 Persen
HADIR. Sekkab Majene Ardiansyah bersama Ketua Baznas Majene KH. Syauqaddin hadir dalam sosialisasi instruksi Bupati Majene Nomor 3 Tahun 2021, di Aula Masjid Agung Ilaikal Mashir Majene.

MAJENE, SULBAREXPRESS.CO.ID – Potensi zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene belum mencapai target dari yang direncanakan.

“Dari potensi zakat ASN untuk 4200 orang masih belum mencapai target atau hanya 50 persen dari yang direncanakan,” terang KH Syauqaddin Gani Ketua Badan Amil Zakat Nasional Baznas Majene, dalam Sosialisasi Instruksi Bupati Majene Nomor 3 Tahun 2021, Tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat dan Infaq bagi ASN, Karyawan BUMD Lingkup Pemkab Majene, di Aula Masjid Agung Ilaikal Mashir Majene, Jumat 10 Desember.

Dari target yang tidak tercapai sambungnya, karena terdapat beberapa faktor, diantaranya belum ada kesadaran para Muzakki untuk menyalurkan zakatnya ke Baznas, serta adanya anggapan masyarakat yang menyamakan Shodaqoh dan Infaq bagian dari zakat. “Termasuk kondisi Covid-19 yang sangat mempengaruhi,” jelasnya.

Ia menguraikan, selama 2017 sampai 2021, Baznas Majene berusaha semaksimal mungkin dalam melaksanakan tupoksinya, yaitu sebagai mitra Pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan upaya mengentaskan kemiskinan.

Setelah membuka sosialisasi, Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Majene Ardiansyah mengajak setiap ASN dan masyarakat Majene untuk mengeluarkan zakat, infaq dan Shodaqoh melalui lembaga resmi, yaitu Baznas Majene.

“Selain menjadi rukun Islam yang ketiga, keterlibatan Baznas menjadi penting dan strategis bagi Pemerintah Daerah, terutama jika dikaitkan dengan jumlah penduduk miskin di Majene yang masih berkisar 24.000 jiwa atau 13,79 persen,” urainya.

Ia mengaku, penanganan persoalan penduduk miskin masih lambat, meski jumlahnya berkurang setiap tahunnya, namun pergerakannya masih 0, sekian persen. “Sedangkan untuk mengandalkan APBD, tentu tidak akan mampu, untuk itu, perlu akselerasi pendekatan komprehensif berdasarkan Akidah Islam,” sebutnya.

Diungkapkan, mengentaskan kemiskinan melalui gerakan kesalehan sosial, yaitu zakat, infaq dan shodaqoh sesuai dengan konsep religius dari visi misi Bupati dan Wakil Bupati Majene.

“Saya percaya gerakan membayar zakat, infaq dan shodaqoh akan mampu membantu persoalan kemiskinan, angka 13.7 akan turun hingga ke satu digit, kalau semua terlibat justru hati akan merasa kaya, karena kita bisa memberi. Dan kita berharap, kepengurusan Baznas Majene tetap berjalan sukses dan secara transparan termasuk penyaluran yang tepat sasaran,” harapnya.

Ia menerangkan, dalam Instruksi Bupati Majene Nomor 3 Tahun 2021 pada poin kesatu bagi ASN, Karyawan BUMD yang telah mempunyai penghasilan Rp5 juta sebagai nisabnya perbulan untuk mengeluarkan zakat pendapatannya melalui pemotongan gaji perpenghasilan sebesar 25 persen dari pendapatan perpenghasilan bruto setiap bulan.

“Sedangkan poin kedua khusus ASN, karyawan BUMD Muslim yang juga perpenghasilannya belum mencapai Rp5 juta diimbau untuk mengeluarkan infaq sesuai golongan. Seperti golongan IV minimal Rp50 ribu, golongan III minimal Rp40 ribu, golongan II minimal Rp20 ribu dan golongan 1 minimal Rp10 ribu,” rincinya.

Hadir dalam sosialisasi, Perwakilan Kajari, Perwakilan Kapolres, Kepala Kemenag Majene, Ketua MUI Sulbar, Ketua Baznas Makassar selaku narasumber, serta para peserta yang terdiri dari ASN dan Karyawan BUMD. Sebelumnya juga dilaksanakan penyerahan penghargaan berupa Kartu MPWZ kepada para Muzakki, lingkup ASN, BUMD serta para perorangan.(hfd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *