Silakan Demo, Jangan Merusak

  • Whatsapp
Silakan Demo, Jangan Merusak
ST SURAIDAH SUHARDI, Ketua DPRD Sulbar

UNJUK rasa hasil penjaringan bakal calon kepala desa di Mamuju, diwarnai pengrusakan gambar logo dan gambar kepala daerah Mamuju. Hal tersebut tidak selayaknya dilakukan. Penyampaian aspirasi mestinya tetap beretika.

Demikian penuturan Ketua Demokrat Mamuju, St. Suraidah Suhardi menyikapi aksi corat-coret gambar logo Mamuju serta foto bupati dan wakil bupati, yang berlangsung pada Senin lalu di kompleks kantor bupati Mamuju.

Menurut Suraidah, aksi tersebut jauh dari karakter masyarakat Mamuju. “Silakan demo, tapi simbol daerah jangan jadi sasaran,” ucap Suraidah dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Dia menekankan, logo Manakarra Makkarama dan gambar bupati dan wakil bupati Mamuju tak elok diperlakukan seperti itu. Terlebih gambar Sutinah dan Ado Mas’ud sedang mengenakan pakaian kepala daerah lengkap.

“Dan kecuali gambar kepala daerah itu sedang tidak mengenakan pakaian dinas lengkap, yah terserah,” imbuh Suraidah.

Ketua DPRD Sulbar tersebut menambahkan, unjuk rasa adalah yang lumrah. Penyampaian pendapat di depan umum, hendaknya tetap mengedepankan etika yang masih dijunjung tinggi di daerah ini.

Aksi unjuk rasa tersebut bermula dari dugaan kecurangan oleh panitia kabupaten pada tahapan seleksi calon kandidat Pilkades serentak di Mamuju. Dinilai pilih kasih.

Dugaan kecurangan dalam tahapan tersebut disebut-sebut telah terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

Asisten III Pemkab Mamuju, Manuara saat menemui massa aksi mengatakan, Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi dan Wakilnya Ado Mas’ud, berada di Jakarta untuk urusan dinas.

“Sehingga tidak dapat menemui warga. Saya juga tidak bisa memberikan pernyataan detail masalah pemilihan kepala desa ini. Kami tidak terlibat di dalamnya,” kata Manuara di hadapan warga yang menggelar aksi pada Senin lalu.

Tak puas dengan penjelasan Asisten III, massa kemudian meluapkan kekesalan dengan ‘menodai’ baliho bergambar logo dan kepala daerah Mamuju.

Selain itu para pengunjuk rasa mengancam untuk kembali menggelar aksi serupa. Terlebih jika persoalan di atas tak menemui titik terang. (chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *