Tak Patuh, Produsen Nakal Bakal Dipidana

  • Whatsapp
Tak Patuh, Produsen Nakal Bakal Dipidana
Kepala BPOM Mamuju, Lintang Jaya Purba saat melakukan pemusnahan barang ilegal sitaan BPOM Mamuju, Selasa 28 Desember 2021. (FOTO: IDRUS IPENK)

PALING banyak kasus produk pangan dan kosmetik ilegal ditemukan di Kabupaten Polewali Mandar serta Kabupaten Mamuju

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju memusnahkan 10.948 temuan obat dan makanan yang tak memiliki izin edar serta dinilai tak memenuhi ketentuan lain.

Pemusnahan obat dan makanan ilegal ini dilakukan di halaman kantor Balai Besar POM di Mamuju yang secara simbolis dimusnahkan dengan membakar.

Kepala BPOM Mamuju, Lintang Purba Jaya mengatakan hasil tersebut didapatkan berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan di seluruh kabupaten se Sulbar.

Dari 10.948 yang dimusnahkan terdapat 2.160 pcs bahan pangan ilegal dan 8.788 pcs produk kosmetik ilegal. Dengan Total nilai ekonomi dari produk ilegal tersebut sebesar Rp. 134.262.000.

“Penyidik BPOM Mamuju telah menangani 5 perkara di bidang obat dan makanan tahun 2021 yang di tindaklanjuti secara pro Justitia,” kata Lintang, Selasa 28 Desember.

Ia mengungkapkan, dari hasil penindakan dan pengawasan yang dilakukan di lapangan beberapa produk ilegal masih didominasi oleh pangan dan kosmetik.

Dielaskan, seluruh kosmetik tersebut mengandung bahan berbahaya seperti mercury dan hidrokinon atau bahan pemutih yang tidak diperbolehkan untuk produk kosmetik.

Menurutnya, seluruh produk yang berhasil disia telah dilakukan pembinaan terhadap produsen yang melakukan pemasaran, sebelum dilakukan penindakan hukum.

“Kami berikan pembinaan dan memberikan surat peringatan keras dan produk di musnahkan,” ucapnya.

Lintang Jaya menegaskan, apabila setelah dilakukan pengawasan dan masih ada ditemukan produk kosmetik dan pangan ilegal maka akan dilakukan tindakan keras.

“Kami akan tutup sarananya, apabila masih melakukan hal yang sama,” tegas dia.

Lintang mengaku, dari keseluruhan produk yang berhasil disita didominasi dari kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Mamuju.

“Wilayahnya hampir merata, tetapi paling banyak kasus produk pangan dan kosmetik ilegal ditemukan di Polewali Mandar kemudian di Mamuju,” ungkapnya.

Ia mengaku, belum mengetahui taksiran kerugian yang diakibatkan banyaknya produk pangan dan kosmetik yang masih beredar di Wilayah Sulbar.

“Susah kami menghitungnya, tetapi kami mampu menyelamatkan dan melindungi masyarakat Sulbar dari pangan dan kosmetik ilegal,” jelas Lintang.

Ia pun, terus berkomitmen memberikan perlindungan kemanan pangan kepada masyarakat di Sulbar dengan melakukan edukasi dan penindakan. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *