Warga Balak-Balakang Mulai Kesulitan Air Bersih

  • Whatsapp
Warga Balak-Balakang Mulai Kesulitan Air Bersih
Sejumlah warga nampak tetap beraktifitas meski pemukiman diterjang banjir rob di Desa Bala-Balakang Timur, Selasa 7 Desember 2021. (IST)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Warga Kepulauan Balak-balakang, Mamuju masih menunggu bantuan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten. Mereka mulai kesulitan air bersih.

Banjir rob yang merendam Balak-Balakang sejak tiga hari kemarin masih menunggu penanganan serius pemerintah daerah. Sampai kemarin, penyaluran bantuan masih dalam persiapan.
Kepala Desa Bala-Balakang Timur, Mahmud Idris menyebut wilayah terdampak banjir rob menyebar di lima pulau utama, Ambo Utara, Ambo Selatan, Selong, Lamudaan, Labia, dan Pulau Malember.

Untuk mengamankan diri, warga pulau Ambo saat ini warga bertahan di rumah-rumah panggung untuk menghindari ketinggian air.

“Saat ini warga mengungsi ke rumah-rumah panggung, ada sekitar 30 rumah yang jadi tempat berkumpul warga,” kata Mahmud, Selasa 7 Desember.

Ia menjelaskan, kebutuhan mendesak seperti bahan pokok dan air bersih jadi hal yang sangat diperlukan warga di kepulauan tersebut.

“Warga hanya mengandalkan air hujan, dengan kondisi seperti ini warga akan kesulitan air bersih,” imbuh Mahmud.

Menurut dia, untuk mengantisipasi situasi buruk, kemungkinan akan dilakukan evakuasi warga. Pemerintah Desa saat ini terus berupaya berkomunikasi dengan Basarnas dan Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk penyediaan kapal evakuasi.

Warga Balak-Balakang Mulai Kesulitan Air Bersih

“Kita sudah laporkan ke pemerintah kabupaten dan Basarnas, saat ini ada kapal milik Basarnas yang siap diterjunkan dengan kapisitas angkut 100 orang,” kata Mahmud.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar, Amri Ekasakti berdasarkan hasil pertemuan yang dilakukan pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan mengirim kebutuhan pokok.

“Saat ini masih ada beberapa pulau yang terendam, datanya pak camat ada 508 KK yang terdampak,” ucap Amri saat dikonfirmasi Selasa 7 Desember.

Hanya saja, distribusi bantuan masih harus menunggu data valid dari pihak kecamatan Bala-balakang.

“Status Balak-Balakang masuk kategori darurat. Kita akan tetap pantau dari laporan pak camat dan kepala desa,” sambung dia.

Sementara Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulbar, Rahmat Barawaja mengatakan pihaknya sisa menunggu jadwal penyaluran bantuan. “Kita sisa menunggu jadwal pengiriman sembako kapan dilakukan. Kebutuhan tekhnis lainya akan ditindaklanjuti stakeholder terkait,” jelasnya.

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris DP telah menjamin bahwa pemerintahan provinsi akan segera memberikan dukungan kepada Pemkab Mamuju dakam menghadapi bencana di Balak-balakang.

Sekprov menyebut, bantuan yang sifatnya emergency akan disalurkan Pemprov kepada masyarakat yang terdampak banir rob di kepulauan tersebut.

“Hasil konsolidasi harus divalidasi betul, karena kalau pulau Ambo dapat yang lain tidak maka akan menimbulkan kecemburuan, tetapi prinsipnya kita akan tetap bantu,” ucap Idris.

Apabila dampak banjir rob dinilai berat maka pemerintah daerah akan berupaya mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat untuk penanganan secara komperhensif. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *