Wujudkan Sinergi dengan Aksi Nyata

  • Whatsapp
Wujudkan Sinergi dengan Aksi Nyata
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar dan pimpinan Forkopimda foto bersama dalam rapat koordinasi terkait percepatan vaksinasi di Provinsi Sulbar. Grand Maleo Waterpark Mamuju, Selasa 21 Desember 2021. (FOTO: IDRUS IPENK)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Capaian vaksinasi covid-19 di Sulbar belum maksimal. Tunjukkan sinergi dengan aksi nyata.

Melalui pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) se-Sulawesi Barat, kemarin, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyebut vaksinasi masih harus dipacu.

Pertemuan ini merupakan langkah mensukseskan sekaligus mengevaluasi progres capaian vaksinasi di Sulbar. Diharapkan jadi momen mengokohkan kolaborasi untuk mewujudkan herd immunity atau (kekebalan kelompok) di provinsi ke-33 ini.

“Covid-19 itu upaya untuk memenuhi kekebalan bersama, pemerintah akan terus memastikan agar program vaksinasi berjalan dengan baik,” kata Ali Baal, Selasa 21 Desember.

Karenanya, gubernur kembali meminta seluruh pihak bersinergi melakukan percepatan percepatan pemberian vaksinasi covid kepada masyarakat yang belum divaksin.

“Program vaksinasi membuat kita kebal dan masyarakat harus mau untuk divaksin, agar terjadi kekebalan kelompok,” ucapnya.

Ia mengatakan, meskipun sasaran vaksin di Sulbar jumlahnya terus mengalami peningkatan, namun masih perlu dipercepat lagi. Lantaran sejumlah kabpaten capaian vaksinasinya masih rendah.

“Insyaallah dengan vaksinasi kita dapat mengurangi tingkat keparahan apabila terkonfirmasi Covid-19, sehingga saya mengimbau seluruh masyarakat mau untuk vaksin dan selalu mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker mencuci tangan,” ujarnya.

Adapun sasaran vaksinasi Sulbar tercatat 1.089.240 jiwa. Capaian dosis pertama baru mencapai 58,38 persen atau 635.941 jiwa, dan dosis kedua baru 371.616 orang atau 34,12 persen.

“Capaian vaksin Lansia (lanjut usia) kita masih sangat terendah,” sebut gubernur.

Ia mengaku, rendahnya vaksinasi tersebut diakibatkan sejumlah kendala yang dihadapi seperti penginputan data vaksin yang menggunakan aplikasi dan jaringan. Sementara ada daerah yang belum memiliki jaringan.

“Masih ada NIK tidak valid, sehingga menghambat penginputan yang dilakukan utama usia remaja,” terang Ali Baal.

Termasuk, masih banyak perkembangan isu negatif di masyarakat sehingga membuat masyarakat takut vaksin. Selain itu banyak masyarakat yang melakukan vaksin hanya untuk mendapatkan bantuan.

“Semoga ada kesadaran semua pihak agar upaya percepatan vaksinasi bisa segera tercapai,” harap gubernur.

Ia juga mengungkapkan, berbagai upaya pun terus dilakukan agar capaian vaksinasi 70 persen bisa tercapai, seperti vaksinasi massal, vaksinasi door to door bersama TNI Polri dan Binda bersama Pemprov.

“Promosi kesehatan tentang pentingnya vaksinasi harus dilakukan bersama semua pihak lintas sektor,” terangnya.

Gubernur juga mengimbau semua pihak agar tetap waspada dengan adanya varian baru Omicron. Terutama bagi Tim Satgas Penanganan Covid-19 untuk memperkuat pengawasan.

Pada kesempatan sama, Kapolda Sulbar, Irjen Pol Eko Budi Sampurno mengatakan capaian vaksinasi di beberapa kabupaten masih rendah seperti Polman dan Pasangkayu.

Ia pun berharap percepatan terus dilakukan, bukan hanya Polri dan TNI. Semua pihak harus terlibat agar target menuju 70 persen sampai 31 Desember bisa tercapai.

“Target dalam 11 hari sudah di rinci dan ini harus dilakukan bersama-sama. Ini harus dimaksimalkan untuk percepatan vaksin dengan bersinergi yang dibuktikan aksi di lapangan,” kata Irjen Pol Eko Budi Sampurno.

Ia meminta, peran semua kepala daerah, seperti bupati untuk serius melakukan percepatan vaksin.

“Kita sepakat untuk mencapai vaksin 70 persen di akhir tahun. Agar masyarakat Sulbar ini bisa Marasa, bisa Malaqbi seperti harapan Gubernur,” jelasnya.

Sementara Kepala BNN Provinsi Sulbar, Brigjen Pol Sumirat meminta seluruh pihak bersinergi melakukan Pencegahan pemberantasan dan peredaran narkotika di wilayah Sulbar.

“Semoga dengan pelaksanaan Rakor ini bisa menjadi langkah bersama untuk mencegah dan melakukan pemberantasan narkoba di Wilayah Sulbar,” terangnya.

Kepala Kesbangpol Provinsi Sulbar Herdin Ismail berharap melalui kegiatan tersebut seluruh pihak bisa berkolaborasi memaksimalkan kerja di lapangan.

Menurutnya, dari hasil rakor tersebut memperlihatkan bahwa capaian vaksinasi di Sulbar baru mencapai 58 persen dan masih memiliki kesisahan 12 persen untuk mencapai 70 persen.

“Sehingga ini harus dimaksimalkan, baik Polri, TNI bersama pemerintah daerah memiliki kesatuan gerak untuk mencapai 70 persen,” tandasnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *