30 Daerah Rawan Narkoba

  • Whatsapp
30 Daerah Rawan Narkoba
Suasana ngopi bareng Kepala BNNP Sulbar, Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto bersama awak media. Mamuju, Selasa 11 Januari 2022. (FOTO: IDRUS IPENK)

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Peredaran Narkoba di Sulbar dinilai menghawatirkan. Pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) bahkan telah memetakan 30 titik rawan di provinsi ke-33 ini.

Kondisi tersebut menuntut penguatan pencegahan melalui kolaborasi dan sinergi nyata dari para pihak terkait di seluruh wilayah Sulbar.

Pihak BNN Provinsi Sulbar sendiri berkomitman meningkatkan kinerja. Bakal mendongkrak upaya, dan fokus pada program pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika (P4GN).

Pada 2021, BNNP mengungkap 15 kasus penyalahgunaan narkoba, dengan total tersangka mencapai 36 orang. Tercatat, 5 kasus diantaranya merupakan jaringan internasional.

Dari seluruh hasil pengungkapan tersebut, BNNP Sulbar berhasil menyita 1,600 gram sabu dan 2,8311 gram ganja sintetis.

Itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Barat, Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto saat menggelar ngopi santai bersama awak media di kantor BNNP Sulbar, Selasa 11 Januari.

Sumirat kemudian menyampaikan hasil pemetaan daerah-daerah yang masuk rawan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sulbar.

Terdapat 30 daerah di Sulbar yang masuk kategori rawan peredaran dan penggunaan narkotika di Sulbar. Namun hal itu tidak ia sebutkan secara detail sebagai bahan pengawasan BNNP.

“Di Sulbar ada 30 kawasan rawan, waspada dan bahaya, sampai siaga, di masing-masing kabupaten ada,” tegas Sumirat, kemarin.

Dia menekankan, peredaran narkoba di provinsi ini tergolong sangat menghawatirkan lantaran telah terjangkau jaringan internasional, seperti Malaysia.

Menurut Sumirat, dengan segala keterbatasan dan minimnya dukungan anggaran, BNNP Sulbar memastikan tidak mengurangi semangat bekerja melakukan pemberantasan peredaran narkotika di provinsi ini.

“Kami tetap bersemangat berantas narkoba di Sulbar agar anak kita tidak terpengaruh dengan narkoba,” tegasnya.

Menurutnya, memberantas narkotika, merupakan tugas bersama. Untuk itu, dirinya mengajak agar semua pihak bersatu melawan narkotika.

Sebab, narkotika dapat merusak otak dan mengancam kehidupan. “Pengguna narkoba itu akan berdampak perusakan pada otak, jadi sebenarnya tidak ada untung menggunakan narkoba,” sambung dia.

Selain itu, ia juga meminta peran seluruh instansi, utamanya pemerintah kabupaten di Sulawesi Barat agar ikut konsen dalam mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah masing-masing. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *